Iran Bantah Klaim AS Jatuhkan Drone

Iran Bantah Klaim AS Jatuhkan Drone
Jenderal Amir Ali Hajizadeh (kanan), Kepala Divisi Aerospace Garda Revolusi Iran, berbicara kepada media di samping puing-puing dari pesawat nirawak AS yang dilaporkan ditemukan di perairan Iran dan dipajang oleh Pengawal Revolusi di Teheran, ibu kota Iran, Jumat (21/6/2019). ( Foto: AFP/TASNIM NEWS / Meghdad Madadi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 20 Juli 2019 | 21:11 WIB

Teheran, Beritasatu.com- Iran menyatakan tidak kehilangan satupun pesawat nirawaknya. Pernyataan Iran pada Jumat (19/7) itu sekaligus membantah laporan Amerika bahwa kapal perang Amerika menghancurkan pesawat nirawak Iran di Selat Hormuz.

“Kami tidak kehilangan satu drone pun di Selat Hormuz maupun di tempat lainnya,” tulis Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi di Twitter.

Seperti dilaporkan VoA, Araghchi menyatakan ia “khawatir” kapal perang Amerika telah menembak jatuh pesawat nirawaknya sendiri secara tidak sengaja.

Presiden Donald Trump, Kamis (18/7) mengatakan kapal perang Amerika menghancurkan satu pesawat nirawak Iran yang mengancam kapal tersebut dan awaknya di Selat Hormuz.

Trump mengatakan kepada para wartawan yang berkumpul untuk mengikuti acara di Gedung Putih bahwa drone itu terbang hingga radius 900 meter dari USS Boxer dan mengabaikan “seruan berulang kali untuk mundur.”

“Drone itu langsung dihancurkan,” ujar Trump.

Trump mengatakan, penembakan drone adalah yang terbaru dari sekian banyak tindakan provokatif dan bermusuhan oleh Iran terhadap kapal-kapal yang beroperasi di perairan internasional.

Amerika Serikat memiliki hak untuk membela personel, fasilitas dan kepentingan-kepentingannya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Kamis (18/7) di New York mengatakan ia tidak memiliki informasi mengenai kehilangan drone hari itu.

Tetapi Trump meminta semua negara agar mengutuk apa yang ia sebut “upaya Iran mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global.”

Pentagon menyatakanbahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, dan bahwa “kapal amfibi USS Boxer sedang berada di perairan internasional melakukan persinggahan di luar negeri yang telah direncanakan di Selat Hormuz.

Satu pesawat nirawak mendekati Boxer dan berada dalam jarak yang mengancam. Kapal itu mengambil tindakan defensif terhadap pesawat nirawak tersebut untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.



Sumber: Suara Pembaruan