Kapal Inggris Diminta Hindari Selat Hormuz

Kapal Inggris Diminta Hindari Selat Hormuz
Kapal tanker Inggris disita Iran di Selat Hormuz. ( Foto: Financial Times / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Senin, 22 Juli 2019 | 19:22 WIB

London, Beritasatu.com- Pemerintah Inggris telah memerintahkan agar semua kapal asal negara tersebut menghindari Selat Hormuz, pascaditahannya kapal tanker “Stena Impero” oleh militer Iran, pekan lalu. Pemerintah Iran telah merilis gambar dan pernyataan bahwa semua awak kapal yang ditahan dalam kondisi baik.

Seiring dengan peringatan tersebut, kapal-kapal berbendera Inggris yang berada di kawasan Teluk, Timur Tengah, telah mematikan Automatic Identification System (AIS) mereka saat memasuki atau transit di kawasan itu.

AIS adalah sebuah sistem pelacakan otomatis yang wajib dipasang pada kapal yang berlayar di perairan milik negara lain, untuk mengidentifikasi dan menemukan posisi kapal oleh elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya, termasuk kapal penjaga perairan.

Pekan lalu, Iran menahan kapal tanker “Stena Impero” asal Inggris di dekat Selat Hormuz. Sebanyak 23 awak kapal, 18 duataranya adalah warga negara India, telah ditahan. Sedangkan kapal tanker yang ditahan untuk sementara berlabuh di Pelabuhan Abbas.

Penahanan kapal tanker “Stena Impero” dinilai merupakan aksi balasan Iran terhadap Inggris yang lebih dulu menahan kapal super tanker “Grace 1” milik Iran, saat berlayar di perairan Gilbaltar. Inggris mencurigai kapal tersebut hendak membawa minyak ke Suriah, yang notabene menjadi pelanggaran Iran terhadap kesepakatan dengan Uni Eropa.

Kapal tanker “Stena Impero” ditahan oleh pasukan Garda Revolusi Iran, tepat pada hari ketika Gilbaltar dan Inggris mengumumkan memperpanjang penyitaan terhadap kapal super tanker “Grace 1” milik Iran selama 30 hari ke depan.

Selain kapal “Grace 1” di Gibraltar, ada dua tanker Iran lainnya yang ditangkap dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah “VLCC Happiness I”, yang macet di Jeddah setelah mengalami kegagalan mesin pada April, dan telah dilepaskan pada Sabtu (20/7).



Sumber: Suara Pembaruan