WN Selandia Baru Serahkan 10.000 Pucuk Senjata Api

WN Selandia Baru Serahkan 10.000 Pucuk Senjata Api
Penjabat polisi Superintenden Mike McIlraith memperlihatkan kepada anggota parlemen sepucuk senjata serbu AR-15 yang mirip digunakan dalam penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. ( Foto: Evening Standard / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 23 Juli 2019 | 11:46 WIB

Sydney, Beritasatu.com- Warga Selandia Baru telah menyerahkan lebih dari 10.000 senjata, komponen-komponen dan aksesori senjata dalam minggu pertama skema pembelian kembali. Skema ini didorong oleh penembakan massal masa damai terburuk di Selandia Baru. Jumlah senjata itu dirilis polisi pada Minggu (21/7).

Undang-undang reformasi senjata yang dikeluarkan pada April melarang sebagian besar senjata api semi-otomatis, komponen-komponen yang mengubah senjata api menjadi semi-otomatis, majalah dengan kapasitas tertentu dan beberapa senapan.

Pemilik mempunyai batas waktu hingga 20 Desember untuk menyerahkan senjata mereka. Pemerintah telah menyisihkan NZ $ 208 juta (US$ 140,63 juta) untuk mengompensasi mereka hingga 95% dari biaya pembelian aslinya.

Pembelian kembali dilakukan empat bulan setelah seorang pria bersenjata dengan senjata semi-otomatis menyerang kaum Muslim. Mereka ditembaki saat menghadiri salat Jumat di Christchurch di Pulau Selatan Selandia Baru. Kejadian itu menewaskan 51 orang.

“Lebih dari 2.000 orang telah menyerahkan 3.275 pucuk senjata api, 7.827 suku cadang dan aksesoris. Sebagai imbalan, pihak berwenang telah membayar mereka sedikit lebih dari NZ $ 6 juta (US$ 4,06 juta) sejak pembelian kembali dimulai Sabtu lalu,” kata seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada Reuters melalui telepon pada Minggu.

Polisi mengaku senang dengan jumlah pendukung pada hari Minggu, ketika 684 orang menyerahkan 1.061 pucuk senjata dan 3.397 suku cadang dan aksesoris di berbagai acara di seluruh negeri.



Sumber: Suara Pembaruan