Dalam 6 Bulan, Hampir 4.000 Warga Sipil Afghanistan Tewas

Dalam 6 Bulan, Hampir 4.000 Warga Sipil Afghanistan Tewas
Pasukan keamanan Afghanistan dan pekerja kota berkumpul di lokasi serangan di Kabul, Senin (29/7/2019), sehari setelah serangan mematikan yang menargetkan kantor kampanye politik. ( Foto: AFP / NOORULLAH SHIRZADA )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 1 Agustus 2019 | 09:50 WIB

Kabul, Beritasatu.com- Setidaknya 3.812 warga sipil Afghanistan terbunuh atau terluka pada paruh pertama tahun 2019 dalam perang melawan kelompok-kelompok milisi. Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Selasa (30/7), data korban itu termasuk peningkatan besar dalam jumlah korban yang disebabkan oleh pasukan pemerintah dan asing.

Data korban terakhir diumumkan PBB ketika pembicaraan antara Taliban dan pejabat AS untuk mengakhiri perang Afghanistan selama 18 tahun memasuki tahap penting. Saat ini, negosiator Amerika Serikat (AS) bertujuan untuk mencapai kesepakatan damai sebelum 1 September 2019.

Namun, perang terus berkobar meskipun ada upaya diplomatik, sehingga memaksa warga sipil untuk hidup di bawah ancaman terus-menerus. Warga kerap menjadi sasaran gerilyawan atau terjebak dalam pertempuran darat, atau menjadi korban serangan udara yang tidak disengaja oleh pemerintah Afghanistan dan pasukan asing.

Dalam laporan terbaru, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan serangan darat dan bentrokan menyebabkan korban paling sipil, diikuti oleh ledakan bom dan serangan udara.

“Milisi Taliban dan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menewaskan 531 warga Afghanistan dan melukai 1.437 orang antara 1 Januari dan 30 Juni 2019. Kelompok garis keras itu dengan sengaja menargetkan 985 warga sipil, termasuk pejabat pemerintah, sesepuh suku, pekerja bantuan, dan cendekiawan agama,” kata UNAMA dalam laporannya.



Sumber: Suara Pembaruan