7 Kontainer Penuh Sampah Dikembalikan ke Prancis dan Hong Kong

7 Kontainer Penuh Sampah Dikembalikan ke Prancis dan Hong Kong
Para petugas pelabuhan membuka peti kemas penuh dengan sampah plastik impor ilegal di Batam, Senin (29/7/2019). ( Foto: AFP / SEI RATIFA )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 1 Agustus 2019 | 09:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia telah mengembalikan tujuh peti kemas kiriman limbah impor ilegal ke Prancis dan Hong Kong, pada Selasa (30/7). Tindakan ini menandai langkah terbaru negara Asia Tenggara untuk mengirim kembali sampah ke tempat asal pengirimnya.

Pada Selasa (30/7), Kepala Kantor Bea Cukai setempat Susila Brata mengatakan seluruh peti kemas itu diisi dengan kombinasi sampah, yakni sampah plastik, dan bahan-bahan berbahaya yang melanggar peraturan impor.

“Peti kemas itu sudah berangkat Senin dan beberapa pejabat ada di sana untuk melihat kapal berangkat,” kata Susila Brata kepada AFP.

Sebelumnya, Juru Bicara Bea Cukai, Sumarna, mengatakan sejumlah lima kontainer ditujukan untuk Hong Kong dan dua peti kemas lain dikirim pulang ke Prancis.

Pihak berwenang juga masih menunggu izin untuk mengembalikan 42 kontainer limbah lainnya di pelabuhan, termasuk pengiriman dari Amerika Serikat, Australia, dan Jerman.

Pemerintah Indonesia telah meningkatkan pemantauan limbah impor dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari upaya untuk menolak sebagai tempat pembuangan sampah asing.



Sumber: Suara Pembaruan