Vietnam Gagalkan Penyelundupan Trenggiling Hidup

Vietnam Gagalkan Penyelundupan Trenggiling Hidup
Foto dokumentasi Save Vietnam's Wildlife yang diambil pada 29 Juli 2019 memperlihatkan sejumlah trenggiling, yang disembunyikan di bus, di provinsi Ha Tinh. Lusinan trenggiling hidup yang diselundupkan dari Laos ditemukan dalam kondisi "dehidrasi dan lemah". ( Foto: AFP / SAVE VIETNAM'S WILDLIFE )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 2 Agustus 2019 | 06:42 WIB

Hanoi, Beritasatu.com- Puluhan trenggiling hidup yang diselundupkan dari Laos ditemukan dalam kondisi "dehidrasi dan lemah" di dalam bus di Vietnam tengah. Pada Selasa (30/7), polisi dan ahli konservasi mengatakan mamalia yang terancam punah itu adalah makanan yang sangat mahal.

Trenggiling kecil yang jinak adalah binatang paling diperdagangkan di dunia. Trenggiling mudah ditemukan di seluruh Asia dan Afrika. Menurut World Wildlife Fund (WWF), rata-rata satu ekor diambil dari alam liar setiap lima menit.

Di Vietnam, daging trenggiling dianggap berkadar tinggi dan sulit ditemukan dan sisiknya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati alergi dan impotensi.

Pada Senin, polisi menemukan 30 trenggiling yang dimasukkan ke dalam kotak-kotak di satu bus di provinsi Ha Tinh. Aparat juga menangkap pengemudi dan istrinya karena dicurigai memperdagangkan hewan-hewan tersebut dari Laos.

“Empat ekor trenggiling sudah mati dan banyak hewan yang masih hidup dalam kondisi buruk,” kata Truong Van Truong dari LSM Save Vietnam's Wildlife.

“Sebagian besar mengalami dehidrasi dan lemah karena berada di ruang sempit untuk waktu yang lama,” katanya kepada AFP.

Puluhan ekor trenggiling itu diikat ke dalam karung satuan dan dijejalkan ke dalam satu kotak. Kemungkinan binatang langka itu mungkin disimpan selama berminggu-minggu dengan sedikit air atau makanan. Trenggiling itu akan dirawat kembali ke kesehatan sebelum yang terkuat dilepaskan kembali ke alam liar.

Polisi mengatakan pengemudi dan istrinya dibayar untuk mengangkut hewan-hewan itu dari negara tetangga, Laos.

Penyelamatan ini dilakukan menyusul penyitaan satwa liar besar-besaran selama sepekan terakhir di Vietnam, baik pusat konsumsi maupun transportasi bagi satwa liar ilegal di Asia.



Sumber: Suara Pembaruan