Tiongkok Larang Turis Perorangan Kunjungi Taiwan

Tiongkok Larang Turis Perorangan Kunjungi Taiwan
Para pemrotes mengacungkan poster saat unjuk rasa untuk mendukung protes yang berlangsung di Hong Kong terhadap RUU ekstradisi yang kontroversial di Taipei, Taiwan pada 16 Juni 2019. ( Foto: AFP / Sam Yeh )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 2 Agustus 2019 | 07:55 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok mulai Kamis (1/8) memberlakukan larangan untuk perjalanan turis perorangan (solo tourist) ke Taiwan. Kementerian Pariwisata Taiwan, Rabu (31/7), menyatakan keputusan itu dipicu oleh situasi lintas selat saat ini dan tidak berlaku bagi para pelancong bisnis dan kelompok wisata dari Tiongkok.

Sejak 2011, turis perorangan dari 47 kota di Tiongkok diizinkan mengunjungi Taiwan. Program kunjungan perorangan tersebut dirintis mulai Juni 2011 di tiga kota yaitu Beijing, Shanghai, dan Xiamen, lalu diperluas kepada penduduk di 47 kota untuk mendorong hubungan dekat antara Taiwan dan daratan.

Hubungan antara Beijing dan Taipei mengalami kemerosotan sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berkuasa pada 2016 karena partainya menolak untuk mengakui ide bahwa Taiwan adalah bagian dari kebijakan “satu Tiongkok”. Sebagai hukuman, Beijing memutuskan komunikasi resmi, meningkatkan latihan militer, membasmi sekutu diplomatik, dan meningkatkan tekanan ekonomi di pulau itu.

Langkah terakhir yang dilakukan Tiongkok adalah menyiapkan kandidat presiden yang dekat dengan Beijing, Han Kuo-yu, yaitu kandidat dari Partai Kuomintang (KMT) yang diharapkan bisa mengalahkan Tsai dalam pemilihan tahun depan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Taipei dan Beijing juga mengalami bentrokan terkait berbagai isu termasuk penjualan senjata dari Amerika Serikat (AS) ke Taiwan senilai US$ 2,2 triliun (Rp 30,8 triliun), aksi protes berminggu-minggu oleh kelompok pro-demokrasi Hong Kong, dan kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke New York.



Sumber: Suara Pembaruan