Pakistan Turunkan Status Hubungan Diplomatik dengan India

Pakistan Turunkan Status Hubungan Diplomatik dengan India
Wilayah perbatasan Kashmir antara India dan Pakistan. ( Foto: MSN News )
Heru Andriyanto / HA Kamis, 8 Agustus 2019 | 10:27 WIB

Islamabad, Beritasatu.com - Pakistan memutuskan untuk menurunkan status hubungan diplomatik dengan tetangganya India, Rabu (7/8/2019), dan mengumumkan akan mengusir duta besar India dan menghentikan sementara perdagangan bilateral setelah New Delhi makin mempererat cengkeramannya di wilayah sengketa Kashmir.

Senin lalu, India menghapus status otonomi di Kashmir lewat keputusan presiden, hanya beberapa jam setelah menerapkan jam malam di wilayah Himalaya tersebut.

Kashmir merupakan wilayah yang dihuni mayoritas umat Muslim. Keputusan menghapus otonomi yang sudah berlangsung tujuh dekade itu bisa makin meningkatkan pemberontakan yang sejauh ini sudah menewaskan puluhan ribu orang.

India berkeras bahwa keputusannya merupakan urusan dalam negeri.

Namun, Pakistan mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan dan bertekad membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB.

"Kami akan memanggil pulang duta besar kami dari Delhi dan memulangkan duta besar mereka," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Mehmood Qureshi dalam pernyataan di televisi.

Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan akan menghentikan sementara perdagangan dengan India dan meninjau kembali hubungan bilateral.

"Perdana Menteri Imran Khan hari ini memimpin pertemuan Komite Keamanan Nasional dan membahas tindakan sepihak dan ilegal oleh India di Kashmir," bunyi pernyataan tersebut.

"Komite memutuskan untuk mengambil tindakan-tindakan berikut: 1. Menurunkan hubungan diplomatik dengan India. 2. Melakukan suspensi perdagangan bilateral dengan India. 3. Meninjau kembali perjanjian-perjanjian bilateral. 4. Membawa masalah ini ke PBB, termasuk Dewan Keamanan."

Selain itu disebutkan juga bahwa perdana menteri menginstruksikan semua saluran diplomatik untuk menyebarluaskan wajah "rezim India yang brutal dan rasis".

Kashmir sudah terbelah antara wilayah Pakistan dan India sejak 1947. Mereka saling klaim kepemilikan dan sudah terlibat dalam setidaknya dua perang.

Awal tahun ini mereka kembali di ambang peperangan, setelah sekelompok militan yang berbasis di Pakistan melakukan serangan di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Pemberontakan melawan kekuasaan India di Kashmir berlangsung sejak 1989, menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar warga sipil.

Di bawah status otonomi, hanya penduduk asli Kashmir yang boleh membeli tanah dan menduduki jabatan pemerintahan setempat. Dengan dihapusnya status itu, Kashmir langsung di bawah kendali New Delhi.

Pada Rabu, suasana di ibu kota Kashmir, Srinagar, sangat sepi seperti kota hantu karena penjagaan pasukan keamanan bersenjata dan pagar berduri. Hanya beberapa orang terlihat melintas di jalan.



Sumber: AFP