Setelah Gempa, Taiwan Terancam Topan Kuat

Setelah Gempa, Taiwan Terancam Topan Kuat
Kapal-kapal penangkap ikan yang dikemas ke dalam tempat perlindungan topan di pelabuhan Nanfangao di Suao, wilayah Yilan, ketika Topan Lekima mendekati lepas pantai Taiwan timur, Kamis (8/8/2019). ( Foto: AFP / Sam Yeh )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 9 Agustus 2019 | 12:28 WIB

Taipei, Beritasatu.com- Taiwan terancam topan kuat yang beresiko longsor dan laut tinggi hanya beberapa jam setelah pulau itu dilanda gempa berkekuatan 5,9 skala Ritcher. Topan bernama Lekima, yang dikategorikan topan paling kuat oleh biro cuaca Taiwan, diperkirakan mencapai lepas pantai timur laut Taiwan pada Kamis (8/8) malam.

Lekima membawa angin maksimum berkekuatan 227 kilometer/jam saat mendekati Taiwan. Biro itu mengeluarkan peringatan angin dan hujan untuk Taipei lebih luas, di kota pelabuhan sebelah utara Keelung dan kabupaten lainnya. Peringatan juga disampaikan bagi pelaut di pantai selatan dan timur.

Gempa 5,9 skala Ritcher yang melanda timur laut Taiwan pada Kamis pagi memicu peringatan tanah longsor, bersamaan dengan peringatan curah hujan sampai 900 milimeter di wilayah utara pulau tersebut.

“Gempa menimpa ketika kita sedang mempersiapkan diri untuk topan, yang merupakan kejadian langka,” kata Perdana Menteri Su Tseng-chang dalam pertemuan di pusat darurat nasional.

Gempa di Taiwan telah memutuskan listrik di lebih dari 10.000 bangunan. Seorang perempuan dilaporkan tewas karena tertimpa lemari pakaian.

Badai diperkirakan akan mengarah ke Tiongkok, mendekati kota sebelah timur Shanghai sepanjang akhir pekan. Topan secara rutin melanda Taiwan, Tiongkok, Filipina, dan Jepang di pertengahan kedua tahun, dengan mengumpulkan kekuatan dari perairan hangat di Samudera Pasifik atau Laut China Selatan (LCS) dan melemah di daratan.



Sumber: Suara Pembaruan