Antisipasi Gempa dan Listrik Padam, Jepang Luncurkan Shinkansen dengan Sistem Baterai

Antisipasi Gempa dan Listrik Padam, Jepang Luncurkan Shinkansen dengan Sistem Baterai
Kereta supercepat Shinkanzen di Jepang. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 9 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Tokyo, Beritasatu.com-  Central Japan Railway Company (JR Central) akan meluncurkan kereta cepat Shinkansen generasi terbaru yang dapat dioperasikan dengan menggunakan sistem baterai, pada Juli 2020. Kereta Shinkansen N700S tersebut, dikembangkaan untuk mengantisipasi bencana gempa bumi dan listrik padam.

Pada 10 Juli 2019, JR Central melakukan uji coba Shinkansen N700S, kereta berkecepatan tinggi pertama di dunia yang dapat melakukan perjalanan dengan sistem baterai darurat saat terjadi pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Demonstrasi pengoperasian Shinkansen N700S dengan sistem batreai itu, dilakukan di jalur kereta di Mishima, Perfektur Shizouka. Saat listrik padam, kereta tersebut mampu melanjutkan perjalanan ke statiun terdekat karena sistem baterai darurat yang terpasang di bagian bawah kereta aktif secara otomatis.

“Selama uji coba tersebut, kereta melaju dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam. Begitu terjadi pemadaman listrik, sistem baterai darurat langsung aktif, di mana lampu di gerbong menjadi redup dan pendingin udara dimatikan,” demikian penjelasan staf JR Central kepada pers, saat demonstrasi Shinkansen N700S, 10 Juli 2019.

Dijelaskan, saat terjadi bencana gempa dan pemadaman listrik, kereta Shinkansen N700S akan dapat melanjutkan perjalanan ke stasiun terdekat, bahkan ketika kereta tersebut sedang berada di terowongan atau jembatan.

Jepang kerap kali mengalami bencana gempa bumi yang juga mengganggu jaringan listrik, sehingga menghambat pengoperasian kereta termasuk Shinkansen yang menjadi moda transportasi publik utama di negara itu. Kondisi inilah yang menjadi pertimbangan JR Central untuk mengembangkan kereta cepat dengan sistem baterai darurat

Salah satu contoh, pada Februari 2019, pegoperasian kereta di jalur Chuo, salah satu jalur kereta api utama di Tokyo, ditutup selama lebih dari empat karena pemadaman listrik. Hal itu menyebabkan 280.000 penumpang yang biasa menggunakan jalur kereta tersebut tak dapat dilayani.

Pihak JR Central mengungkapkan kereta Shinkansen N700S direncanakan diproduksi dengan rangkaian 16 gerbong. Namun untuk penjualan ke luar negeri, JR Central siap memproduksinya dengan jumlah gerbong yang lebih sedikit, sesuai permintaan pembeli.



Sumber: Suara Pembaruan