Banjir di India, 33 Tewas dan Ribuan Mengungsi

Banjir di India, 33 Tewas dan Ribuan Mengungsi
Orang-orang menyeberangi jalan yang digenangi banjir di Sangli, Maharashtra, India, Selasa (6/8/2019). ( Foto: AFP / Uday DEOLEKAR )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 9 Agustus 2019 | 18:49 WIB

Mumbai, Beritasatu.com- Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat dan meluapnya sungai di sebagian besar wilayah barat dan selatan India telah menewaskan sedikitnya 33 orang. Pada Kamis (8/8), para pejabat India mengatakan banjir juga membuat 180.000 orang dievakuasi dari rumah-rumah mereka.

Hujan musiman dari Juni hingga September menyebabkan kematian dan perpindahan massal di seluruh Asia Selatan setiap tahun. Tetapi hujan ini menghasilkan lebih dari 70% curah hujan India, penting untuk hasil pertanian dan pertumbuhan ekonomi.

Jumlah korban tewas dalam banjir adalah 25 orang di negara bagian barat Maharashtra pada Kamis. Sementara data pemerintah di negara bagian selatan Karnataka yang berdekatan menunjukkan delapan orang tewas.

Sungai-sungai meluap di beberapa bagian wilayah Maharashtra setelah pemerintah melepaskan air dari bendungan. Sebelumnya, bendungan dipenuhi air dari curah hujan sebanyak 670 mm yang diterima dalam seminggu.

“Jika kita mendapatkan lebih banyak curah hujan, maka kita tidak punya pilihan selain melepaskan air di sungai,” kata pejabat administrasi Deepak Mhaisekar, seraya menambahkan bahwa banyak reservoir penuh di sekitar kota industri Pune.

Satu kapal yang penuh dengan penduduk desa berusaha melarikan diri dari banjir, ternyata terbalik pada Kamis. Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 9 orang. Para penyelamat mencari tiga atau empat masih dikhawatirkan hilang.

“Ribuan truk terjebak di jalan raya nasional yang menghubungkan ibu kota keuangan Mumbai dengan pusat teknologi selatan Bengaluru, ketika air merendam jalan di beberapa tempat,” kata Mhaisekar.

Di Karnataka, para pejabat mengatakan beberapa waduk besar hampir penuh. Mereka memperingatkan bahwa desa-desa terdekat bisa terkena oleh debit air yang besar.

“Kami telah meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk menyelamatkan siapa saja yang mungkin terdampar karena banjir,” kata Ketua Menteri B.S. Yediyurappa.



Sumber: Suara Pembaruan