Topan Lekima Hantam Tiongkok, 18 Tewas dan 14 Hilang

Topan Lekima Hantam Tiongkok, 18 Tewas dan 14 Hilang
Polisi membantu orang-orang yang terdampak banjir di Kota Zhoushan, bagian dari Provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada Sabtu (10/8/2019). ( Foto: Xinhua / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 11 Agustus 2019 | 08:04 WIB

Shanghai, Beritasatu.com – Sejumlah 18 orang tewas dan 14 orang lainnya hilang dalam tanah longsor setelah Topan Lekima menghantam Tiongkok timur. Pada Sabtu (10/8), media pemerintah melaporkan jumlah korban tersebut.

Menurut CCTV, tanah longsor terjadi di kotamadya Wenzhou, yang berada di jalur badai karena membuat pendaratan semalam.

Topan Super Lekima menghantam Tiongkok tenggara pada Sabtu pagi. Lekima membawa hujan lebat dan angin kencang yang merobohkan tiang listrik, menumbangkan ribuan batang pohon dan memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka.

Kantor berita Xinhua melaporkan, badai monster itu mendarat pada dini hari di Kota Wenling yang membawa angin 187km, dan diperkirakan akan menyapu pantai timur menuju Shanghai.

Hujan yang lebih deras diperkirakan untuk daerah Shanghai serta provinsi timur Anhui, Fujian, Jiangsu dan Zhejiang. Pihak berwenang memperingatkan kemungkinan banjir bandang, dan tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras.

Di provinsi Zhejiang saja, hampir 300 penerbangan dibatalkan, dan layanan feri dan kereta ditunda sebagai tindakan pencegahan.

Lebih dari seperempat juta orang dipindahkan di Shanghai, tempat kereta maglev berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota ke salah satu bandara ditangguhkan.

Otoritas Tiongkok juga mengeluarkan peringatan merah saat badai mendekat pada Jumat, sebelum menurunkan level menjadi oranye saat angin mereda pada Sabtu pagi.

Badai sebelumnya menyapu ujung utara Taiwan pada hari Jumat (9/9). Di sana, sembilan orang terluka, ribuan rumah kehilangan daya untuk sementara waktu dan lebih dari 500 penerbangan dibatalkan.



Sumber: Suara Pembaruan