Korban Tewas Banjir India Capai 147 Orang

Korban Tewas Banjir India Capai 147 Orang
Personel Pasukan Bencana Nasional (NDRF) menyelamatkan orang-orang yang terdampar di perairan banjir di atas perahu karet, pinggiran kota Sangli, negara bagian Maharashtra, India, Agustus 2019. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 12 Agustus 2019 | 20:48 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Jumlah korban tewas akibat banjir di tiga negara bagian India yakni Karnataka, Kerala, dan Maharashtra, meningkat menjadi 147 orang, Minggu (11/8).

Hujan lebat dan longsor memaksa lebih dari 300.000 orang mengungsi ke kamp-kamp bantuan, sedangkan layanan kereta api dibatalkan di beberapa daerah yang di landa banjir.

Di negara bagian selatan, Kerala, setidaknya 57 orang tewas dalam insiden terkait hujan. Sementara itu, 165.000 orang mengungsi di kamp-kamp bantuan di sana.

“Beberapa rumah masih tertutup lumpur setinggi 10-12 kaki. Ini menghambat pekerjaan penyelamatan,” kata ketua menteri negara Pinarayi Vijayan.

Otoritas mengkhawatirkan operasi penyelamatan akan terkendala badai dan hujan di sebagian Kerala. Pada 2018, lebih dari 200 orang tewas di Kerala dan lebih dari lima juta orang terdampak dalam salah satu banjir terburuk sepanjang 100 tahun.

Di Karnataka, beberapa bangunan di situs warisan dunia yaitu kota kuno Hampi, juga terendam banjir. Kepala menteri Karnataka BS Yediyurappa mengatakan 60 orang telah tewas dan hampir 227.000 orang berada di kamp pengungsian.

Kerusakan Parah

Kerala dan Maharashtra mengalami dampak paling parah tahun ini, sedangkan beberapa negara bagian lain termasuk Gujarat, Assam, dan Bihar, juga mengalami kerusakan parah akibat banjir.

Di Maharashtra, dengan korban tewas 30 orang, situasi banjir membaik, tapi otoritas menyatakan sulit untuk memulihkan layanan kereta api di sejumlah wilayah yang terpukul banjir setidaknya dalam dua pekan ke depan. Di tempat terpisah, insiden badai menewaskan delapan orang di kota-kota kunci Gujarat, Ahmedabad dan Nadiad.

Juru bicara polisi Pramod Kumar mengatakan sekitar 120.000 orang telah dipindahkan ke kamp-kamp darurat dari Kerala. “Ada sekitar 80 tempat dimana banjir dan hujan telah memicu tanah longsor dan tidak bisa kita jangkau,” kata Kumar.

Dia menambahkan sekitar 200 orang terjebak di salah satu tempat. “Kami berusaha memakai helikopter-helikopter untuk mengirim makanan kepada mereka,” tambah Kumar.

Kumar mengatakan bandara utama Kerala, Kochi, telah ditutup sejak Jumat (9/8). Banjir tahun 2018 telah menewaskan 500 orang di Kerala, menjadi bencana terburuk dalam hampir seabad.



Sumber: Suara Pembaruan