Pesta Pernikahan Afghanistan Dibom, 63 Tewas

Pesta Pernikahan Afghanistan Dibom, 63 Tewas
Suasana aula pernikahan tampak berantakan setelah ledakan bom di Kota Dubai, Kabul barat, Afghanistan, Sabtu (17/8/2019) ( Foto: Dailystar / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 18 Agustus 2019 | 17:38 WIB

Kabul, Beritasatu.com- Setidaknya 63 orang telah tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan yang menargetkan pernikahan di ibu kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (17/8) malam. Pada Minggu (18/8), para pejabat mengatakan serangan bom itu paling mematikan di Kabul tahun 2019.

Ledakan terjadi di area resepsi pria di aula pernikahan Kota Dubai di Kabul barat, di kawasan minoritas Syiah. Pesta itu penuh sesak dengan orang-orang yang merayakan pernikahan.

"Wanita dan anak-anak termasuk di antara korban," kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi, Minggu (18/8).

Serangan itu terjadi ketika Taliban dan Amerika Serikat (AS) sedang mencoba untuk menegosiasikan perjanjian tentang penarikan pasukan AS sebagai imbalan atas komitmen Taliban pada pembicaraan keamanan dan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu, menyebut ledakan itu "terlarang dan tidak dapat dibenarkan".

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras "serangan tidak berperikemanusiaan" dalam satu pesan di Twitter pada hari Minggu.

"Taliban tidak dapat membebaskan diri dari kesalahan, karena mereka menyediakan platform untuk teroris," tambahnya.

Setelah serangan itu, gambar-gambar dari dalam aula menunjukkan tubuh bernoda darah di tanah bersama dengan potongan-potongan daging dan pakaian robek, topi, sandal dan botol air mineral.

"Ledakan bom terjadi di dekat panggung di mana para musisi berada dan semua pemuda, anak-anak dan semua orang yang ada di sana terbunuh," ujar saksi Gul Mohammad kepada kantor berita Associated Press.



Sumber: Suara Pembaruan