Tiongkok Kecam Taiwan Terkait Tawaran Suaka untuk Hong Kong

Tiongkok Kecam Taiwan Terkait Tawaran Suaka untuk Hong Kong
Pengunjuk rasa berjalan di sepanjang jalan saat demonstrasi di Hong Kong, Minggu (18/8/2019), saat aksi penolakan oposisi terbaru terhadap undang-undang ekstradisi. ( Foto: AFP / Manan VATSYAYANA )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:59 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok mengecam Taiwan terkait tawaran suaka politik untuk para peserta unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong yang menghadapi tuntutan dari pemerintahnya.

Pemerintah Taiwan sangat mendukung aksi protes di Hong Kong, termasuk pada bulan lalu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menawarkan suaka meskipun tidak jelas apakah sudah ada permintaan terkait hal itu.

Mahasiswa Hong Kong di Taiwan juga menggelar aksi pada akhir pekan lalu untuk mendukung aksi protes. Taiwan sebenarnya kekurangan mekanisme hukum formal untuk menilai dan menyetujui permintaan suaka, namun otoritas pulau itu telah memberikan izin tinggal kepada sejumlah oposisi vokal pemerintah Tiongkok.

Pada Senin (19/8), juru bicara untuk Kantor Kabinet Tiongkok Urusan Taiwan, Ma Xiaoguang, menyatakan tawaran Taiwan akan menutupi kejahatan sekelompok kecil militan kekerasan dan mendorong keberanian mereka untuk merusak Hong Kong dan mengubah Taiwan menjadi “surga untuk menghindari hukum”. Ma juga mendesak pemerintah Taiwan untuk berhenti merusak aturan hukum di Hong Kong.

“Otoritas Taiwan mengabaikan fakta dan membalikkan hitam dan putih, tidak hanya menutupi kejahatan sejumlah kecil militan Hong Kong, tapi juga memicu kesombongan mereka untuk menghancurkan Hong Kong,” kata Ma.

Tiongkok menganggap Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, meskipun pulau itu memiliki pemerintahan sendiri. Pulau itu masih belum mengakui konsep hukum suaka, tapi kadang mengizinkan pembangkang Tiongkok untuk berada di sana dengan visa jangka panjang.

“Mereka secara terbuka mengklaim menyediakan suaka (untuk demonstran), membuat Taiwan menjadi 'surga penampungan untuk para penjahat' di mana ini bisa memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi warga Taiwan,” ujar Ma dalam pernyataan retoris.



Sumber: Suara Pembaruan