Kebakaran di Bangladesh, 10.000 Orang Jadi Tunawisma

Kebakaran di Bangladesh, 10.000 Orang Jadi Tunawisma
Seorang warga beristirahat di tempat penampungan sementara di daerah kumuh di Dhaka, Minggu (18/8/2019), setelah kebakaran besar terjadi. ( Foto: AFP / MUNIR UZ ZAMAN )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:09 WIB

Dhaka, Beritasatu.com- Lebih dari 10.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran besar melanda daerah kumuh di ibu kota Bangladesh, Dhaka. Seperti dilaporkan CNN, Senin (19/8), pejabat Bangladesh mengatakan kebakaran itu telah menghancurkan ribuan gubuk warga.

Kebakaran terjadi Jumat (16/8) malam di permukiman kumuh Chalantika di distrik Mirpur, Dhaka, di pinggiran utara kota. Rekaman video menunjukkan gubuk-gubuk darurat terbakar, dengan asap mengepul ke udara.

Zillur Rahman, Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Bangladesh, mengatakan bahwa kebakaran dimulai sekitar pukul 19.14 malam waktu setempat Jumat dan berakhir pukul 23.35 malam. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran, tetapi ada empat orang terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat.

“Saya tidak bisa menyelamatkan satu hal pun. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan,” ratap Abdul Hamid, yang bekerja di daerah kumuh, kepada Agence France-Presse.

Menurut para pejabat, mayoritas penduduk daerah kumuh adalah pekerja bergaji rendah dari pabrik garmen terdekat. Banyak dari mereka tidak berada di rumah pada saat kobaran api saat mereka merayakan Idul Adha.

“Kalau tidak, kerusakannya akan lebih besar,” kata Golam Rabbani, seorang kepala polisi setempat.

Rabbani mengatakan lebih dari 2.000 pondok hancur dalam kobaran api, dan mengakibatkan lebih dari 10.000 orang kehilangan tempat tinggal.



Sumber: Suara Pembaruan