Bom Meledak, Perayaan HUT Kemerdekaan Afghanistan Kacau

Bom Meledak, Perayaan HUT Kemerdekaan Afghanistan Kacau
Seorang sukarelawan menggendong seorang anak laki-laki yang terluka ke rumah sakit, setelah beberapa ledakan bom di Jalalabad, Afghanistan, Senin (19/8/2019). ( Foto: AFP / NOORULLAH SHIRZADA )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 21 Agustus 2019 | 05:55 WIB

Jalalabad, Beritasatu.com- Puluhan orang termasuk anak-anak terluka pada Senin (19/8) setelah serangkaian ledakan mengguncang kota Jalalabad di Afghanistan timur. Perayaan hari kemerdekaan Afghanistan dirusak oleh pertumpahan darah serangan bom.

Pihak berwenang mengatakan sebanyak 10 ledakan dilaporkan terjadi di dalam dan sekitar kota di provinsi Nangarhar dan jumlah korban meningkat ketika hari berlalu.

"Ledakan itu disebabkan oleh peledak rakitan di berbagai bagian kota dan ketika kelompok orang merayakan hari kemerdekaan," kata juru bicara gubernur Nangarhar Attaullah Khogyani, merujuk pada bahan peledak improvisasi.

Menurut Khogyani, setidaknya ada 52 orang terluka akibat ledakan.  Jalalabad adalah tempat serangan bom yang sering terjadi, dan daerah sekitarnya adalah rumah bagi para pejuang Taliban dan afiliasi lokal kelompok Negara Islam itu.

Sementara Zaher Adel, juru bicara rumah sakit setempat, mengatakan 66 orang yang terluka telah dibawa masuk. Seorang koresponden AFP melihat anak-anak di antara para korban.

Perayaan 19 Agustus tahun 2019 menandai 100 tahun kemerdekaan Afghanistan dari jajahan Inggris.

Hari itu seharusnya menjadi salah satu kebanggaan nasional dan persatuan, tetapi dibayangi oleh serangan bunuh diri milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu di aula pernikahan Kabul yang ramai yang menewaskan sedikitnya 63 orang.

Di Kabul, penduduk setempat turun ke jalan untuk mengibarkan bendera Afghanistan hitam-merah-dan-hijau. Tetapi beberapa acara publik untuk memperingati tanggal itu dibatalkan ketika Kabul berkabung dan karena kekhawatiran akan serangan baru.

"Kami menunda perayaan untuk menghormati para korban, tetapi kami pasti akan membalas dendam. Kami akan membalaskan darah rakyat kami, setiap tetesnya," seru Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.



Sumber: Suara Pembaruan