Pakistan: Copot Priyanka Chopra sebagai Duta UNICEF

Pakistan: Copot Priyanka Chopra sebagai Duta UNICEF
Priyanka Chopra ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:05 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Pakistan menyerukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mencopot artis India Priyanka Chopra dari posisinya sebagai duta untuk United Nation Children's Fund (UNICEF) karena dituduh mendukung perang nuklir.

Pakistan sudah mengajukan keluhan lewat surat resmi kepada PBB di tengah meningkatnya ketegangan negara itu dengan tetangga bersenjata nuklirnya, India.

Dalam surat kepada pimpinan UNICEF Henrietta Fore, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan Shireen Mazari menyalahkan artis berusia 37 tahun dan mantan Miss World tersebut karena secara terbuka mendorong posisi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dan pemerintahannya yang beraliran nasionalis Hindu di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Awal bulan ini, Pemerintah India mencabut otonomi di Jammu dan Kashmir dan memberlakukan penguncian keamanan, serta pemutusan komunikasi.

Situasi di Kashmir masih belum kondusif, termasuk terjadinya baku tembak di distrik Baramulla di Ganie-Hamam yang masuk wilayah Kashmir-India. Dua orang yaitu polisi dan pemberontak dilaporkan tewas dalam insiden pertama sejak penghapusan otonomi di wilayah itu.

Chopra, yang ditunjuk sebagai duta UNICEF pada 2010 dan 2016, baru-baru ini mendapatkan kecaman karena menuliskan pesan “Jayalah India” di akun Twitter pada 26 Februari 2019 bersama tagar mendukung angkatan bersenjata India di tengah meningkatnya ketegangan India dan Pakistan.

Dalam acara kosmetik di kota AS, Los Angeles, awal bulan ini, Chopra dikritik secara langsung oleh salah seorang peserta yaitu warga AS keturunan Pakistan, Ayesha Malik, yang menyebutkan “munafik” karena mendukung perang nuklir terhadap Pakistan.

“Jingoisme dan dukungan atas pelanggaran konvensi internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB oleh pemerintahan Modi di Kashmir, serta dukungan untuk perang, termasuk perang nuklir, merusak kredibilitas posisi PBB dimana dia diangkat di situ,” kata Mazari lewat pesannya di Twitter, Rabu (21/8). Jingoisme adalah rasa cinta tanah air yang berlebih-lebihan atau terlalu mengagungkan kebesaran dan kekuasaan negaranya sendiri.

“Kecuali dia segera dicopot, ide sebagai duta PBB untuk perdamaian menjadi cemoohan di seluruh dunia,” tambah Mazari.

Video konfrontasi untuk mengkritik Chopra telah diedarkan secara luas oleh Ayesha Malik. “Agak sulit mendengar Anda berbicara tentang kemanusiaan, karena sebagai tetangga Anda, seorang Pakistan, saya tahu Anda sedikit munafik karena pada 26 Februari lalu, Anda mengirim pesan Twitter 'Jai Hind (Jayalah India) #AngkatanBersenjataIndia,” sebut Malik dalam video tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan