Longsor di Sichuan, Tiongkok, 9 Tewas dan 35 Hilang

Longsor di Sichuan, Tiongkok, 9 Tewas dan 35 Hilang
Satu buldoser mengangkut petugas polisi paramiliter Tiongkok saat menuju ke lokasi longsoran lumpur yang disebabkan oleh hujan lebat di daerah Wenchuan, di provinsi Sichuan di Tiongkok barat daya, Selasa (21/8/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:56 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Sembilan orang telah tewas dan 35 orang dinyatakan masih hilang setelah serangkaian tanah longsor di wilayah otonom di provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

Menurut pejabat setempat, Kamis (22/8), seorang petugas pemadam kebakaran berusia 33 tahun termasuk di antara mereka yang terbunuh oleh banjir bandang. Banjir menghantam kendaraan tanggap darurat ketika para petugas pergi untuk membantu orang-orang yang terkena dampak tanah longsor di daerah Wenchuan, menurut pejabat setempat.

Kantor berita negara Xinhua menyatakan petugas pemadam kebakaran lain sedang menerima perawatan darurat, dengan mengutip otoritas kebakaran dan penyelamatan Sichuan.

Enam orang lagi dilaporkan terluka dan lebih dari 100.000 orang telah diungsikan dari Wenchuan di pegunungan Aba Tibet dan Prefektur Otonomi Qiang.

Tanah longsor dan curah hujan yang lebat memutus pasokan air dan listrik ke ribuan rumah. Bencana alam itu juga merusak jembatan dan memblokir jalan yang menghubungkan kota-kota lokal dengan Chengdu, ibu kota Sichuan.

Pemerintah setempat mengatakan juga telah mengirim 20 bus dan dua helikopter untuk mengevakuasi wisatawan dari kawasan liburan yang populer.

Xinhua menyatakan bahwa satu tanah longsor telah merusak saluran air dan membanjiri pabrik yang terhubung dengan bendungan pembangkit listrik tenaga air setempat. Dilaporkan pula, upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.



Sumber: Suara Pembaruan