Bentrokan Terbaru, Polisi Hong Kong Tangkap 36 Demonstran

Bentrokan Terbaru, Polisi Hong Kong Tangkap 36 Demonstran
Petugas kepolisian mengarahkan senjata kepada pengunjuk rasa di Tseun Wan di Hong Kong, Minggu (25/8/2019). ( Foto: AFP / Lillian SUWANRUMPHA )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 26 Agustus 2019 | 19:50 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Polisi Hong Kong, Senin (25/8), menyatakan telah menangkap 36 orang dengan usia termuda 12 tahun dalam bentrokan terbaru dengan demonstran.

Aksi demonstrasi pada Minggu (25/8) malam di Wilayah Baru di distrik Tsuen Wan, meningkat menjadi kekerasan setelah demonstran melemparkan bom Molotov kepada pasukan keamanan yang menanggapi dengan semprotan meriam air dan gas air mata.

Demontrasi di Hong Kong sudah memasuki pekan ke-12. Aksi hari Minggu digelar setelah Kepala Eksekutif Carrie Lam betemu dengan para mantan pejabat dan tokoh-tokoh ternama lainnya untuk membangun dialog demi menyelesaikan krisis di kota keuangan itu.

Polisi menyatakan enam aparat telah mengeluarkan pistol dan salah satu petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

“Meningkatnya aksi-aksi ilegal dan tindakan kekerasan dari demonstran bukan hanya keterlaluan, tapi mereka juga mendorong Hong Kong ke ambang situasi yang sangat berbahaya,” sebut pernyataan pemerintah, Senin.

Aksi demonstrasi direncanakan dalam beberapa hari dan pekan ke depan, termasuk unjuk rasa di markas Maskapai Cathay Pacific pada Rabu (28/8) untuk memprotes “teror putih”, yaitu ekspresi umum untuk menggambarkan tindakan anonim yang menciptakan iklim ketakutan.

Cathay telah menjadi perusahaan terbesar yang menjadi korban setelah Tiongkok mendesak untuk menangguhkan para staf yang terlibat atau mendukung demonstrasi anti-pemerintah.

Aksi protes di Hong Kong ini telah menjadi tantangan terbesar Presiden Tiongkok Xi Jinping sejak berkuasa tahun 2012. Beijing juga sedang bersiap merayakan 70 tahun peringatan bapak bangsa Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 2019.

Para demonstran sekali lagi melakukan taktik “kucing dan tikus” dalam aksinya hari Minggu malam. Mereka berpindah cepat ke lokasi-lokasi dimana telah terpasang barikade untuk memblokir sejumlah jalan. Di pihak lain, Indeks Hang Seng turun lebih dari 3 persen pada Senin pagi sehingga melampaui penurunan pasar regional.



Sumber: Suara Pembaruan