Milisi Kashmir Desak Intervensi Militer Pakistan

Milisi Kashmir Desak Intervensi Militer Pakistan
Orang-orang Pakistan meneriakkan slogan-slogan anti-India dalam aksi solidaritas Kashmir di Lahore, Pakistan, Minggu (1/9/2019). ( Foto: AFP / ARIF ALI )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 2 September 2019 | 20:48 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Komandan militan Kashmir menyatakan Pakistan harus mengirimkan pasukan untuk melindungi orang-orang di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Hal itu diperlukan jika Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tidak mengirimkan pasukan perdamaian. Pernyataan itu disampaikan untuk menekankan tekanan dalam negeri yang berkembang kepada Perdana Menteri (PM) Imran Khan untuk mengambil tindakan tegas setelah India mencabut status khusus Kashmir pada 5 Agustus 2019.

Khan sejauh ini berfokus untuk mendesak kalangan global agar mengecam tindakan India atas Kashmir.

“Ini mengikat angkatan bersenjata Pakistan, kekuatan nuklir pertama Islam, untuk memasuki Kashmir yang diduduki India agar secara militer membantu orang-orang di kawasan itu,” kata Syed Salahuddin, pemimpin aliansi belasan kelompok yang memerangi pemerintahan India di Kashmir.

Salahuddin mengatakan kepada ratusan orang yang berkumpul di ibu kota Kashmir zona Pakistan, Muzaffarabad, bahwa dukungan diplomatik dan politik tidak akan bekerja dalam masa-masa ujian saat ini.

Terkait pencabutan status khusus Kashmir, India memblokir hak kawasan itu untuk membingkai undang-undangnya sendiri dan mengizinkan orang-orang yang bukan penduduk untuk membeli properti di sana.

Pemerintah menyatakan reformasi akan memfasilitasi pembangunan Kashmir untuk kepentingan semua orang. Namun, langkah itu membuat marah banyak penduduk di kawasan itu, yang sejak saat itu telah mengalami pengekangan keamanan teramsuk pemadaman komunikasi dari saluran telepon, internet, dan televisi, serta pembatasan gerak.



Sumber: Suara Pembaruan