Carrie Lam: Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong Didukung Tiongkok

Carrie Lam: Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong Didukung Tiongkok
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam (tengah) berbicara pada konferensi pers didampingi Kepala Sekretaris Administrasi Matthew Cheung (kiri) dan Sekretaris Dalam Negeri Lau Kong-wah (kanan) di Hong Kong, Kamis (5/9/2019), sehari setelah pengumuman pembatalan RUU ekstradisi. ( Foto: AFP / Philip FONG )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 7 September 2019 | 06:19 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyatakan Pemerintah Tiongkok memahami, menghormati, dan mendukung pencabutan resmi Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial. RUU yang memperbolehkan tersangka kejahatan diekstradisi ke Tiongkok itu, telah menjadi alasan atas demonstrasi massif di Hong Kong sejak pertengahan Juni 2019.

RUU itu dianggap sebagai bukti keinginan Tiongkok memperketat pengawasannya terhadap Hong Kong. Pencabutan RUU mungkin bisa menenangkan demonstran, meskipun disebut terlalu terlambat.

Dalam konferensi pers hari Kamis (5/9), Lam sempat ditanya wartawan terkait pihak yang membuat keputusan atas penarikan resmi RUU tersebut. Lam menyatakan dia sepenuhnya mendapatkan dukungan dari Beijing.

“Sepanjang seluruh proses dari tahap awal pembuatan RUU lalu menarik RUU kemarin, pemerintah rakyat pusat menghormati pandangan saya dan mendukung saya sepenuhnya,” kata Lam.

Pernyataan Lam disampaikan setelah bocornya rekaman suaranya yang secara tersirat menggambarkan pemerintah Tiongkok menolak usulannya untuk menarik RUU tersebut, sebaliknya memerintahkan Lam untuk tidak menyerah kepada tuntutan lain dari demonstran.

Hong Kong berada di bawah model Tiongkok untuk satu negara dua sistem. Artinya, kota itu menikmati kebebasan yang tidak terlihat di dataran, termasuk sistem hukum sendiri dan perbatasan. Hak asasi manuusia termasuk hak untuk berkumpul dan kebebasan berbicara juga dilindungi.



Sumber: Suara Pembaruan