Diserang Demam Afrika, Vietnam Musnahkan 4,7 Juta Babi

Diserang Demam Afrika, Vietnam Musnahkan 4,7 Juta Babi
Wabah demam babi Afrika menginfeksi hampir setiap provinsi di Vietnam. ( Foto: Vnexpress International / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 7 September 2019 | 09:56 WIB

Hanoi, Beritasatu.com- Vietnam telah memusnahkan sekitar 4,7 juta babi untuk menampung wabah demam babi Afrika yang telah menyebar ke 63 provinsi di negara Asia Tenggara itu.

“Penyakit yang pertama kali terdeteksi pada Februari itu sulit diatasi karena tidak ada vaksin, "kata Pham Van Dong, kepala Departemen Kesehatan Hewan Vietnam pada Jumat (6/9).

Daging babi menyumbang tiga perempat dari total konsumsi daging di Vietnam, satu negara berpenduduk 96 juta orang, tempat sebagian besar babi yang dipelihara di peternakan dikonsumsi di dalam negeri.

“Kami telah memusnahkan sekitar 4,7 juta babi dan, seperti yang Anda lihat, Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan telah mengkonfirmasi bahwa wabah kini telah menyebar ke semua 63 provinsi dan kota," kata Dong kepada Reuters.

Kawanan babi Vietnam pada akhir Juli turun 18,5% menjadi 22,2 juta babi sejak Desember.

Industri daging babi bernilai 94 triliun dong (US $ 4 miliar) setahun, atau hampir 10 % dari sektor pertanian negara itu.

Kebersihan pertanian adalah cara terbaik untuk melindungi kawanan babi, kata wakil menteri pertanian Phung Duc Tien kepada surat kabar Hukum Kota Ho Chi Minh.

“Menerapkan biosecurity dalam pertanian akan membantu memenuhi permintaan domestik untuk daging babi hingga akhir tahun ini dan membantu menjaga harga konsumen di bawah kendali,” kata Tien.

Demam babi Afrika pertama kali terdeteksi di Asia tahun 2018 di Tiongkok, produsen daging babi terbesar di dunia. Kawanan babi Tiongkok menyusut 32,2% pada Juli dari bulan yang sama tahun lalu.



Sumber: Suara Pembaruan