India Kehilangan Kontak Pesawat dalam Misi ke Bulan

India Kehilangan Kontak Pesawat dalam Misi ke Bulan
PM India Narendra Modi berbicara dengan direktur ISRO K. Sivan setelah ISRO kehilangan kontak dengan pesawat antariksa Vikram, Jumat 6 September 2019. ( Foto: ISRO )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 7 September 2019 | 14:51 WIB

India, Beritasatu.com - India kehilangan kontak dengan kendaraan antariksa Vikram pada hari Jumat (6/9/2019) saat percobaan bersejarah menjadi negara pertama yang mendarat di kutub selatan bulan. Baru tiga negara yang berhasil mendarat di bulan -AS, Rusia, dan Tiongkok-.

Suasana tegang menyelimuti ruang kendali Indian Space Research Organization (ISRO) yang mendesain pesawat Chandrayaan-2. PM India Narendra Modi tiba di Pusat Antariksa Satish Dawan di Sriharikota, India untuk menyaksikan pendaratan bersejarah tersebut.

"Vikram turun sesuai jadwal dan normal hingga ketinggian 2,1 kilometer (dari permukaan bulan). Kemudian, komunikasi dengan Vikram hilang. Saat ini data masih dianalisa," kata K. Sivan, direktur ISRO.

PM Modi mencoba menghibur kru ISRO dengan mengatakan, "tetap berani. Apa yang kita raih bukanlah hal kecil. Saya doakan yang terbaik".

Chandrayaan-2 terdiri dari tiga komponen -pengorbit, kendaraan untuk mendarat (lander) bernama Vikram, dan kendaraan darat penjelajah (rover) bernama Pragyan- yang diluncurkan ke bulan pada 22 Juli lalu menggunakan roket Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk III). Butuh waktu tujuh minggu untuk sampai ke orbit bulan, tepatnya 20 Agustus 2019. Vikram melepaskan diri dari Chandrayaan-2 pada 2 September 2019 dan mulai melakukan pendaratan.

Vikram dan Pragyan didesain untuk menjelajahi bulan selama satu hari waktu bulan atau 14 hari waktu Bumi. Meski kehilangan kontak dengan Vikram, Chandrayaan-2 tetap dijadwalkan untuk mengamati bulan selama setahun dari orbitnya.



Sumber: Space.com