Kepolisian Hong Kong Gagalkan Upaya Demonstran Lumpuhkan Akses Bandara

Kepolisian Hong Kong Gagalkan Upaya Demonstran Lumpuhkan Akses Bandara
Seorang pria menulis catatan di antara bunga-bunga yang ditinggalkan di luar stasiun kereta bawah tanah Prince Edward MTR di Hong Kong, Rabu (4/9/2019), untuk para pengunjuk rasa yang terluka saat penangkapan polisi pada 31 Agustus. ( Foto: AFP / Anthony WALLACE )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 7 September 2019 | 17:22 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com - Kepolisian Hong Kong berhasil mengagalkan upaya demonstran untuk melumpuhkan jalur transportasi dari dan ke Bandara Internasional Hong Kong. Pekan lalu, demonstran sempat melumpuhkan rute bandara selama beberapa jam sebelum dibubarkan polisi.

Polisi antihuru-hara menjaga ketat stasiun kereta ke bandara. Pada Jumat malam (/9/2019), kepolisian juga melemparkan gas air mata untuk membubarkan massa yang merusak lampu lalu lintas dan melakukan pembakaran. Hanya penumpang yang memiliki paspor dan boarding pass yang diizinkan masuk ke bandara. Polusi juga melakukan pengecekan terhadap orang-orang yang hendak ke bandara dan mengamankan mereka yang dicurigasi sebagai demonstran.

Demonstran merusak kantor polisi Mong Kok dan merusak stasiun kereta di situ. Beberapa stasiun terpaksa ditutup. Demonstran marah karena mereka mencurigai polisi menutupi kasus-kasus kematian dari sisi demonstran.

Sore ini, ratusan demonstran menduduki beberapa tempat, seperti Citylink Plaza di Sha Tin, Telford Plaza, Stasiun Tung Chung. Stasiun Prince Edward ditutup untuk mengantisipasi pendudukan demonstran.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan bahwa pihaknya sudah mencabut rancangan undang-undang ekstradisi yang menjadi sumber demonstrasi yang berlangsung sejak 13 minggu lalu.



Sumber: Bloomberg, SCMP