DPR: Benny Wenda “Bermanuver” di Luar Negeri

DPR: Benny Wenda “Bermanuver” di Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Rapat membahas pencalonan Indonesia pada Dewan HAM PBB, perlindungan WNI terkait situasi di Hong Kong, dan tindak lanjut Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putr )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 12 September 2019 | 20:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tokoh separatis Papua, Benny Wenda, terus berusaha menggalang dukungan internasional di luar negeri.

Setelah kontroversi terkait penghargaan dari Dewan Kota Oxford, Benny juga pernah meminta dukungan kepada parlemen Afrika atas upayanya untuk kemerdekaan Papua.

Hal itu terungkap saat rapat kerja (raker) antara Komisi I DPR dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama jajaran pejabat Kementerian Luar Negeri, Rabu (11/9). Hampir semua anggota Komisi I menanyakan diplomasi Indonesia terkait Papua karena mengkhawatirkan upaya Benny untuk membawa persoalan itu ke tingkat internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Asril Hamzah Tanjung, mengatakan keberadaan Benny sulit ditebak termasuk saat meminta dukungan parlemen Afrika. Dia meminta menlu memperingatkan seluruh duta besar dan 132 perwakilan Indonesia di seluruh dunia.

“Benny Wenda ini sulit ditebak. Kita ke Afrika Selatan, dia ke Afrika Selatan. Kita ke Kazakshtan, dia ke sana,” ujar Asril.

Asril juga meminta pendapat menlu terkait penetapan Benny dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian RI (Polri). Asril menanyakan perlu tidaknya menlu mengirimkan surat kepada Pemerintah Inggris karena Benny saat ini mendapatkan suaka di sana.

Parlemen Inggris

Asril mengatakan parlemen Inggris menolak untuk membahas Benny Wenda karena khawatir namanya semakin besar. Sedangkan, dari badan siber Inggris menyebut persoalan Benny Wenda terlalu teknis dan lembaga itu tidak menangani masalah politik.

“Yang saya tangkap dair parlemen di sana. Benny Wenda jangan sering disebut-sebut. Jangan dipublikasikan, tapi tidak dipublikasikan juga dia tetap 'besar',” kata Asril.

Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengatakan informasi bahwa Benny meminta dukungan ke parlemen Afrika didapatkan saat dia memimpin kunjungan delegasi MPR ke Afrika Selatan pada 2017. Hidayat, yang juga wakil ketua MPR, saat itu bertemu dengan wakil ketua parlemen seluruh Afrika.

“Benny Wenda melakukan gerilya, melobi untuk meminta dukungan parlemen negara-negara Afrika,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, dirinya berusaha membela posisi Indonesia atas propaganda Benny ke parlemen Afrika. Dia meminta menlu memperhatikan secara khusus dan melakukan lobi ke Pemerintah Afrika, mengingat saat ini kehadiran Indonesia semakin menguat di benua tersebut.

“Dia datang ke Afrika meminta dukungan parlemen atas kemerdekaan Papua dari pendekatan etnis dan agama. Saya sampaikan, bayangkan kalau semua suku di Afrika minta merdeka, maka akan jadi berapa negara lagi? Mereka apresiatif dan menyatakan dukungan,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan