Dampak Kabut Asap, Malaysia Tuntut Indonesia Kirim Masker

Dampak Kabut Asap, Malaysia Tuntut Indonesia Kirim Masker
James Masing ( Foto: Istimewa )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 13 September 2019 | 14:32 WIB

Sarawak, Beritasatu.com - Pemerintah Malaysia menuntut Indonesia mengirimkan masker penutup hidung dan pasokan medis sebagai kompensasi atas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera yang menyebabkan kabut asap di negara itu. 

Wakil Ketua Menteri Sarawak, James Masing, menyatakan kualitas udara turun ke tingkat tidak sehat pekan ini, sehingga dia menuntut Indonesia mengirimkan masker wajah dan pasokan medis ke wilayah Malaysia yang terdampak polusi.

“Sampai mereka menderita secara ekonomi, mereka tidak akan menanggapi keluhan kami secara serius. Pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab penuh atas kabut asal di Sarawak,” kata James, di Sarawak, Malaysia, Kamis (12/9/2019).

Kualitas udara juga merosot ke tingkat tidak sehat di Kuala Lumpur karena kabut asap melayang masuk dan menyelimuti kaki langit. Pulau Kalimantan sendiri dibagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Negara-negara tetangga Indonesia secara rutin menyampaikan keluhan terkait asap dari kebakaran hutan. Pekan lalu, Malaysia menyatakan akan mengirimkan nota diplomatik untuk mendesak tindakan segera dari aparat Indonesia, namun mendapat bantahan dari Menteri Siti.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Bakar menyatakan nota tersebut telah dikirimkan kepada Pemerintah Indonesia. “Ini bukan surat protes, tapi tentang niat Malaysia membantu masalah asap,” kata Zainal.

Peristiwa karhutla yang terjadi hampir setiap tahun, terutama di musim kemarau, membuat negara-negara tetangga Indonesia menjadi waspada dengan dampak kabut tebal yang memicu keprihatinan terkait kesehatan dan dampak kepada pariwisata.

Malaysia terpaksa harus menutup ratusan sekolah dan mengirimkan jutaan masker wajah ke negara bagiannya di Pulau Kalimantan, Sarawak, setelah asap masuk kategori tingkat tidak sehat.

Pada Jumat (13/9), 29 sekolah di Selangor juga ditutup karena asap, berdampak kepada lebih dari 45.000 siswa.



Sumber: Suara Pembaruan/CNA