Asap Karhutla, Malaysia Tidak Kirim Nota Protes

Asap Karhutla, Malaysia Tidak Kirim Nota Protes
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di jalan diselimuti asap dari kebakaran hutan dan lahan. ( Foto: ANTARA FOTO / Bayu Pratama S )
/ YUD Jumat, 13 September 2019 | 15:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Malaysia menegaskan tidak mengirimkan nota protes kepada Pemerintah RI terkait asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Pihak Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Jumat (13/9/2019), menyatakan bahwa tidak ada nota protes yang dikirimkan kepada Indonesia, melainkan surat berisi tawaran bantuan untuk penanggulangan karhutla.

Sebelumnya Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Bakar menyampaikan bahwa surat tersebut dikirim oleh Kementerian Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim kepada pemerintah Indonesia.

“Tidak ada surat protes, tetapi keinginan Malaysia untuk membantu menangani kabut asap,” kata Zainal di sela-sela Perayaan Peringatan Kemerdekaan Malaysia di Jakarta, seperti dilaporkan kantor berita Bernama, Kamis (12/9).

Tawaran Malaysia untuk membantu menangani kabut asap yang telah melintasi batas negara disampaikan oleh Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim (MESTECC) Malaysia Yeo Bee Yin dalam pernyataan yang diunggah di akun Facebook-nya, 10 September lalu.

Dia mengatakan sekarang ada kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk mengatasi kebakaran di wilayahnya.

Pada Senin pukul 16.00 sore dua lokasi di negara tersebut, yakni Kuching dan Sri Aman, diumumkan berada dalam kisaran yang sangat tidak sehat dari Indeks Pencemar Udara (API) sedangkan sembilan stasiun API lainnya di Sarawak dan Lembah Klang berada di kisaran yang tidak sehat.

Kuching dan Sri Aman masing-masing mencatat 248 pada API, sementara Samarahan (199), Sarikei (154), Sibu (127), Miri (111) di Sarawak serta Batu Muda (101), Cheras (107), Johan Setia ( 150), Putrajaya (103) dan Nilai (107) di Lembah Klang berada dalam kisaran tidak sehat.

Sebanyak 12 titik api terdeteksi di Sarawak, 426 di Kalimantan dan 350 di Sumatera.

“Karena itu urgensi sekarang bagi Indonesia untuk memadamkan api. Pemerintah siap menawarkan segala bentuk bantuan untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera, " katanya.

Saat menhadapi kebakaran hutan dan lahan pada 2005 lalu, Malaysia membantu dengan mengirimkan petugas pemadam kebakaran dalam jumlah yang relatif kecil ke Indonesia.

Indonesia awal bulan ini telah mengerahkan lebih dari 9.000 personel militer, polisi dan PMK untuk memadamkan kebakaran, setelah mengumumkan keadaan darurat di enam provinsi di pulau Sumatera dan Kalimantan.

 



Sumber: ANTARA