Banyak Warga Malaysia Sakit Akibat Kabut Asap

Banyak Warga Malaysia Sakit Akibat Kabut Asap
Wisatawan melihat cakrawala Kuala Lumpur, termasuk Menara Kembar Petronas, yang diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (11/9/2019). ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 14 September 2019 | 19:41 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Klinik-klinik di Lembah Klang wilayah Kuala Lumpur, Malaysia, melaporkan lonjakan pasien yang mencari perawatan karena batuk dan infeksi pernapasan di tengah memburuknya kabut asap di sana.

Beberapa klinik swasta mencatat tren kenaikan pasien bulan ini dengan situasi udara Malaysia dalam tingkat tidak sehat.

Dokter Kavitha Ramochandran dari Klinik Nadia di Brickfields, Kuala Lumpur, mengatakan dirinya telah merawat sekitar 20-30 pasien per hari untuk infeksi saluran pernapasan atas. Jumlah pasien tersebut naik dari biasanya 10-15 orang per hari.

“Ini serius. Pasien dengan asma juga mengalami serangan yang lebih parah dari biasanya, dan saya dapat katakan bahwa ini pasti karena kabut asap,” kata dr Kavitha.

Malaysia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang terdampak dari kabut asap tahunan akibat praktik pembakaran lahan pertanian di Indonesia. Malaysia telah mengirimkan nota diplomatik ke Pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan secepatnya menangani kabut asap.

Asma Serius

Eksekutif pemasaran Michelle Nonis (33) mengaku menderita serangan asma serius dua hari setelah tiba di Malaysia dari Sydney, Australia.

“Ketika saya kembali pada Senin (9/9), saya bisa melihat buruknya kabut asap. Inhaler saya tidak bisa memulihkan keadaan saya, dan saya harus menggunakan nebuliser di klinik setempat,” ujar Michelle.

Klinik Mediviron di Segambut, Kuala Lumpur, juga mencatat lebih banyak pasien yang muncul dengan penyakit seperti batuk, dahak pada dada, dan pilek pekan lalu.

Menurut bagian penerima tamu, klinik itu biasanya menangani 50-100 kasus per bulan, tapi mendapatkan jumlah pasien yang sama hanya dalam kurun seminggu setelah munculnya kabut asap.

Pemerintah negara bagian Selangor akan melakukan operasi penyemaian awan di wilayah terdampak asap saat Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai 200, yang merupakan tingkat sangat tidak sehat. Ketua Komite Lingkungan Selangor, Hee Loy Sian, mengatakan keputusan itu dibuat dalam rapat Dewan Aksi Ekonomi Selangor (MTES) pada Kamis (12/9).

Hee mengatakan komite manajemen bencana di tingkat distrik dan negara bagian ikut terlibat saat rekor API antara 151-200 selama lebih dari 24 jam. Pemerintah setempat juga akan memasok masker debu untuk warga.



Sumber: Suara Pembaruan