Kabut Asap Memburuk, Malaysia Tutup 636 Sekolah

Kabut Asap Memburuk, Malaysia Tutup 636 Sekolah
Petugas memantau layar monitor yang memperlihatkan situasi kabut asap di Pusat Pemantauan Kualitas Udara Malaysia, di Putrajaya, pada 13 September 2019. ( Foto: AFP / Mohd Rasfan )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 18 September 2019 | 15:06 WIB

Sarawak, Beritasatu.com - Pemerintah Malaysia memutuskan menutup 636 sekolah di Sarawak, Selangor, Putrajaya dan Negeri Sembilan karena kabut asap yang memburuk. Penutupan sekolah itu, membuat 445.249 siswa harus berisitirahat dari kegiatan belajar-mengajar.

Keputusan untuk menutup sekolah tersebut, disampaikan Kementerian Pendidikan Malaysia, dalam pernyataan resmi, Selasa (17/9/2019). Disebutkan, lebih banyak sekolah akan ditutup dalam beberapa hari mendatang karena Indeks Pencemar Udara (API) terus meningkat.

Hal senada juga disampaikan Departemen Lingkungan Hidup, yang menyebutkan beberapa wilayah diklasifikasikan memiliki API "berbahaya" sejak kabut asap mulai mempengaruhi Malaysia bulan ini.

Di Sarawak, kabut asap telah menyebabkan sesak napaas, dengan API mencapai level 369 atau masuk kategori "berbahaya". Sarawak telah menutup 298 sekolah di delapan distrik pada Selasa pagi, dengan sekitar 128.291 siswa disuruh tinggal di rumah.

Di Selangor, yang mengelilingi ibukota bisnis Malaysia, Kuala Lumpur, sebanyak 151 sekolah di lima distrik ditutup, dengan 240.447 siswa terkena dampak. Sedangkan di negeri Sembilan, sebanyak 68 sekolah ditutup.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia mengatakan bahwa kegiatan penyemaian awan akan berlangsung di Sarawak besok, jika kondisi cuaca memungkinkan.

"Keadaan darurat kabut asap akan dinyatakan hanya ketika pembacaan API melebihi angka 500," bunyi pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia.

Sumber : Straits Times/Bernama



Sumber: Suara Pembaruan