Kilang Minyak Dibom

Saudi Tunda Pasokan Minyak Mentah ke Tiongkok

Saudi Tunda Pasokan Minyak Mentah ke Tiongkok
Fasilitas minyak Aramco di dekat area al-Khurj, tepat di selatan ibu kota Saudi, Riyadh, tampak pada Minggu (15/9/2019). Arab Saudi memulai kembali operasi di kilang minyak yang dilanda serangan pesawat nirawak yang memangkas produksinya hingga setengahnya. ( Foto: AFP / FAYEZ NURELDINE )
Unggul Wirawan / JAI Rabu, 18 September 2019 | 16:14 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Arab Saudi memutuskan menunda pasokan minyak mentah ke Tiongkok pascaSerangan bom terhadap instalasi kilang minyak perusahaan Arab Saudi, Aramco, pekan lalu.

Serangan bom terhadap instalasi kilang minyak perusahaan Arab Saudi, Aramco, terjadi pada Sabtu (15/9/2019). Pihak Aramco telah memberitahukan kepada PetroChina bahwa beberapa muatan minyak mentah ringan untuk bulan depan, akan ditunda hingga 10 hari.

“Namun, perusahaan minyak negara Arab Saudi masih akan memasok nilai dan volume minyak mentah ringan yang sama yang diminta untuk kebutuhan Oktober,” kata sumber pejabat senior perusahaan minyak negara Tiongkok, yang menolak menyebut identitasnya, di Beijing, Selasa (17/9/2019).

Menurut sumber itu, kilang penyulingan Tiongkok juga diberitahu bahwa beberapa kargo minyak mentah ringan muatan September akan diganti ke tingkat yang lebih berat tanpa perubahan volume atau penundaan.

“Tanggal pemuatan dan volume kargo September terlalu cepat untuk diubah, karena Aramco mungkin masih menilai kerusakan pada fasilitasnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok menyatakan tidak bertanggung jawab untuk menyalahkan siapa pun atas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi tanpa fakta konklusif.

Arab Saudi dan Amerika Serikat telah menudimg Iran berada dibalik serangan bom ke kilang minyak Aramco. Diyakini kilang minyak itu dibom dengan menggunakan drone (pesawat tanpa awak).

Juru bicara Kemlu Tiongkok, Hua Chunying, berbicara pada konferensi pers harian di Beijing, mengatakan bahwa Tiongkok berharap semua pihak akan menahan diri dan penanganan kilang minyak yang dibom dapat segera dilakukan agar beroperasi kembali.

Sumber : Al Jazeera



Sumber: Suara Pembaruan