Sebelum 2020, Toko-toko Besar Thailand Hentikan Pembagian Kantong Plastik

Sebelum 2020, Toko-toko Besar Thailand Hentikan Pembagian Kantong Plastik
Ilustrasi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. ( Foto: Antara )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 28 September 2019 | 20:12 WIB

Bangkok, Beritasatu.com- Pengecer dan toko serba ada di Thailand telah berjanji untuk berhenti memberikan kantong plastik kepada pelanggan mulai tahun 2020. Tindakan ini merupakan upaya untuk mengurangi limbah plastik, kata menteri lingkungan negara itu.

“Operator besar akan berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai, mulai Januari 2020, setelah mendaftar ke program pemerintah,” tulis Menteri Sumber daya Alam dan Lingkungan Thailand Varawut Silpa-archa di halaman Facebook-nya pada Senin (23/9) malam.

Varawut mengatakan ada 43 department store dan toko serba ada di seluruh negeri yang telah bergabung dengan program. Peritel itu berhenti membagikan kantong plastik, dan mendesak masyarakat untuk menggunakan alternatif, seperti tas kain, untuk berbelanja.

Perusahaan di program ini termasuk CPALL, yang mengoperasikan lebih dari 10.000 toko 7-Eleven di Thailand, dan pengecer terbesar di Thailand, Central Group.

“Kenyamanan akan sedikit berkurang untuk memperpanjang umur lingkungan,” katanya.

Pemerintah Thailand sebelumnya mengatakan akan melarang tiga jenis plastik - microbeads, tutup botol plastik, dan plastik oxo-degradable - pada akhir tahun 2019.

Kelompok lingkungan hidup Greenpeace mengatakan sekitar 75 miliar lembar kantong plastik berakhir di tempat sampah setiap tahun di Thailand. Setengah dari limbah itu berasal dari mal, supermarket, dan toko serba ada, sedangkan separuhnya lagi berasal dari pasar tradisional dan pedagang kaki lima.

Kantong-kantong ini adalah bagian dari hampir 2 juta ton limbah plastik yang diproduksi setiap tahun oleh konsumen Thailand.



Sumber: Suara Pembaruan