Penjualan Mobil Jepang Merosot di Korsel Akibat Perang Dagang

Penjualan Mobil Jepang Merosot di Korsel Akibat Perang Dagang
Demonstran Korea Selatan merobek bendera Jepang raksasa saat aksi unjuk rasa di Seoul. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 7 Oktober 2019 | 10:12 WIB

Tokyo, Beritasatu.com- Penjualan mobil Jepang di Korea Selatan merosot lagi bulan September saat perang dagang antara kedua negara semakin memanas. Penjualan Toyota turun 62 persen pada September 2019 dibandingkan setahun sebelumnya, sedangkan untuk merk Nissan dan Honda juga mengalami penurunan.

Penurunan terjadi meskipun secara keseluruhan penjualan mobil asing di Korsel mengalami peningkatan bulan lalu. Namun, ketegangan antara Jepang dan Korsel memicu aks boikot sejumlah produk Jepang di Korsel.

Konsumen bereaksi atas perselisihan antara Seoul dan Tokyo yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir dimulai dari perseteruan diplomatik menjadi perang dagang. Perselisihan mencuat pada Juli 2019 ketika Jepang memperkuat pengawasan atas barang-barang ekspor Korsel, dengan menargetkan larangan impor untuk bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan chip memori dan layar display yang penting bagi perusahaan-perusahaan setempat seperti Samsung.

Kedua negara selanjutnya saling menghapus satu sama lain dari daftar mitra dagang terpercaya. Para produsen mobil menjadi perusahaan yang terjebak dalam pertikaian perdagangan.

“Kami yakin penurunan terbru dalam volume penjualan baru-baru ini dipengaruhi oleh hubungan terbaru Jepang dan Korea,” kata juru bicara Toyota yang tidak disebutkan namanya.

Produsen pembuat mobil lainnya juga mengalami penurunan penjualan mobil di Korea bulan September. Angka-angka dari kelompok industri otomotif Korea yang dikelurkan hari Jumat (4/10), memperlihatkan total penjualan dari Toyota, Honda, dan Nissan turun 74 persen pada September dibandingkan setahun sebelumnya.

Penurunan tetap terjadi meskipun permintaan mobil asing tergolong tinggi di Korsel. Seperti laporan Asosiasi Importir dan Distributor Mobil Korea, penjualan kendaraan impor naik 17 persen pada September.



Sumber: Suara Pembaruan