Presiden Jokowi dan PM Lee Gelar Pertemuan di Singapura

Presiden Jokowi dan PM Lee Gelar Pertemuan di Singapura
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri) dan Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral di Bali pada Oktober 2018. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 8 Oktober 2019 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bertolak ke Singapura, Selasa (8/10), untuk menghadiri pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong. Dalam pertemuan bertajuk “leaders retreat” itu, kedua pemimpin akan menindaklanjuti atau mengevaluasi perkembangan kerja sama kedua negara setelah kurun waktu setahun.

“Ini merupakan kunjungan dalam rangka pertemuan tahunan, leaders retreat. Jadi tahun lalu (2018), kita menyelenggarakan di Bali pada Oktober dan tahun ini kita adakan di Singapura,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi menerima kunjungan PM Belanda Mark Rutte di Istana Bogor, Senin (7/10).

Pertemuan Leaders Retreat antara Jokowi dan Lee ini adalah yang keempat kalinya. Retno tidak merinci hal-hal yang akan dibahas kedua pemimpin. Menurutnya, banyak sekali perkembangan selama satu tahun termasuk kerja sama di Taman Industri Kendal dan Batam.

“Saya tidak akan mengungkapkan lebih detail karena tentunya akan disampaikan setelah pertemuan dengan PM Singapura,“ kata Retno.

Pendidikan Vokasi

Retno menambahkan masalah investasi juga sangat penting bagi Indonesia dan Singapura. Pertemuan kedua kepala negara juga diharapkan akan membahas masalah pendidikan vokasi karena RI-Singapura telah memiliki beberapa perjanjian kerja sama dengan politeknik di Singapura terkait pendidikan vokasi.

“Jadi outline (garis besar) ada tiga. Pertama, terkait dengan leaders retreat, kedua, investasi, yang ketiga, mengenai human capital development,” kata Retno.

Di luar topik itu, ujar Retno, mungkin saja muncul karena tidak bisa mencegah kedua pemimpin berbicara hal-hal lain, misalnya terkait kontraterorisme. Mengenai kerja sama RI-Singapura selama empat tahun periode pertama Jokowi, Retno menilai lebih kuat dan lebih baik.

Retno menyebut Indonesia adalah tetangga dekat Singapura. Untuk itu, menurut Retno, pilihannya hanya satu yaitu memelihara hubungan sehingga saling menguntungkan kedua negara dan rakyat satu sama lain.

“Presiden selalu mengatakan kita mungkin bisa memilih teman tapi kita tidak bisa memilih tetangga, tidak mungkin kita berpindah posisi geografi menjauhi satu sama lain,” kata Retno.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga akan menyaksikan penandatanganan RI-Singapura mengenai Pertukaran Data Elektronik untuk Fasilitasi dan Pengamanan Perdagangan, serta nota kesepahaman (MoU) antara pusat arsip kedua negara untuk kerja sama arsip. Lee dan ibu negara Singapura, Ho Ching, akan menjamu Jokowi dan ibu negara Iriana, beserta delegasi Indonesia lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan