Taiwan: Tiongkok Ancaman di Pasifik

Taiwan: Tiongkok Ancaman di Pasifik
Pasukan Tiongkok berbaris saat parade militer di Lapangan Tiananmen di Beijing, Selasa (1/10), untuk menandai peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. ( Foto: AFP / Greg BAKER )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 8 Oktober 2019 | 21:55 WIB

Taipei, Beritasatu.com- Taiwan menyatakan Tiongkok sedang mempraktikan “ekspansionisme otoriter” di Pasifik. Tudingan itu merujuk kepada laporan atas rencana kehadiran militer Tiongkok di dua negara Pasifik yang baru-baru ini mengalihkan aliansi diplomatiknya dari Taipei ke Beijing.

Kepulauan Solomon dan Kiribati memutuskan untuk mengakui Tiongkok bulan September 2019 sehingga menjatuhkan Taiwan yang memiliki otonomi dan demokratis.

Hilangnya aliansi dengan Solomon dan Kiribati semakin mengurangi jumlah sekutu diplomatik Taiwan di Pasifik menjadi hanya empat yaitu Palau, Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Nauru. Secara formal, hubungan diplomatik Taiwan hanya dengan 15 negara secara keseluruhan.

“Kami telah melihat laporan bahwa Tiongkok tertarik membuka kembali stasiun radar di Kiribati, dan membangun pangkalan angkatan laut di Provinsi Barat Kepulauan Solomon,” kata Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu dalam forum kerja sama antara negara-negara Pasifik, Senin (7/10).

“Dari perspektif strategis jangka panjang, teman-teman dan mitra yang berpikiran sama harus benar-benar khawatir apakah Pasifik akan tetap bebas dan terbuka, dan apakah para aktor-aktor kunci mengikuti tatanan internasional berbasis aturan,” tambah Wu.

Wu juga mendesak negara-negara termasuk Amerika Serikat (AS) untuk mendorong dengan kuat terhadap langkah-langkah Taiwan untuk mengurangi kehadiran Taiwan di Pasifik.

“Saya tentu tidak ingin melihat Pasifik berubah menjadi Laut China Selatan (LCS) lainnya, dengan suatu hari kita semua mengeluh bahwa sudah terlambat bagi kita melakukan apa pun,” kata Wu, memperingatkan tentang langkah Tiongkok yang membangun perangkat militer di pulau-pulau buatan dan karang di wilayah sengketa LCS.



Sumber: Suara Pembaruan