Topan Hagibis Mengamuk di Jepang

Topan Hagibis Mengamuk di Jepang
Rumah-rumah rusak berat akibat angin kencang yang dibawa oleh Topan Hagibis di Ichihara, Chiba, Jepang, Minggu (13/10/2019) ( Foto: AFP/Getty Images / Jiji Press )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 13 Oktober 2019 | 09:39 WIB

Tokyo, Beritasatu.com -Topan mematikan Hagibis mengamuk di Jepang, enam juta orang diminta untuk mengungsi Minggu (13/10). Jepang mengeluarkan peringatan bencana tingkat tertinggi atas hujan belum pernah terjadi sebelumnya yang menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Seperti dilaporkan NHK, tujuh pria telah tewas, 15 orang hilang, dan lebih dari enam juta orang menyarankan untuk mengungsi ketika topan yang kuat terjadi di ibu kota Jepang, Tokyo, membawa hujan dan angin terburuk dalam 60 tahun.

Topan Hagibis, yang berarti "kecepatan" dalam bahasa Filipina Tagalog, mendarat di pulau utama Jepang Honshu pada Sabtu (12/10) malam. Hagibis menghancurkan beberapa tepian sungai dan mengancam akan membanjiri dataran rendah Tokyo karena bertepatan dengan air pasang.

Hagibis diperingatkan pemerintah bisa menjadi yang terkuat melanda Tokyo sejak 1958. Topan ini membawa curah hujan yang memecahkan rekor di banyak daerah, dengan curah hujan 939.5mm selama 24 jam.

Badan cuaca Jepang mengeluarkan peringatan bencana tingkat tertinggi atas hujan "belum pernah terjadi sebelumnya". Setidaknya 80 orang terluka, menurut berita Kyodo, sementara lebih dari 370.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat topan.

Sekitar 17.000 pasukan polisi dan militer dipanggil, siap untuk operasi penyelamatan.

"Hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya telah terlihat di kota-kota, kota-kota dan desa-desa di mana peringatan darurat dikeluarkan," kata Yasushi Kajiwara, petugas di Badan Meteorologi Jepang (JMA),  kepada wartawan.



Sumber: Suara Pembaruan