Pemimpin Demonstran Hong Kong Diserang dan Dianiaya

Pemimpin Demonstran Hong Kong Diserang dan Dianiaya
Para pengunjuk rasa menyeret tanda halte ke jalanan di distrik Mongkok, Hong Kong, Minggu (13/10/2019). ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:01 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com-Tokoh pemimpin dalam gerakan protes di Hong Kong dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi berlumuran darah pada Rabu (16/10), setelah diserang oleh para preman tidak dikenal.

Front Hak Asasi Manusia (HAM) Sipil (CHRF) mengatakan aktivis Jimmy Sham diserang oleh empat sampai lima orang menggunakan palu di distrik Mong Kong.

CHRF menggambarkan aksi penyerangan itu sebagai teror politik. Dari sejumlah foto yang dibagikan secara daring memperlihatkan Sham memakai kaus merah tergeletak di jalan dengan genangan darah.

“Dia mengalami luka kepala dan dikirimkan ke rumah sakit Kwong Wah,” sebut pernyataan CHRF, Rabu, menambahkan bahwa Sham masih sadar saat paramedis tiba.

“Tidak sulit untuk mengaitkan insiden ini kepada teror politik yang disebarkan untuk mengancam dan menghambat pelaksanaan sah dari hak-hak alam dan hukum,” sebut pernyataan CHRF.

Dalam berita terbaru di media sosial Facebook, kelompok protes menyatakan orang-orang berusaha membantu Sham, namun para penyerangnya mengancam mereka dengan pisau.

Sham adalah juru bicara utama dari CHRF, yaitu kelompok yang mendorong tanpa kekerasan dan menggelar serangkaian pawai damai yang memecahkan rekor awal musim panas ini untuk menentang RUU yang mendukung ekstradisi ke Tiongkok.

Hong Kong sudah mengalami empat bulan kekerasan dan protes besar akibat RUU tersebut. Tuntutan itu saat ini seperti bola salju karena mendorong desakan demokrasi lebih luas dan akuntabilitas polisi setelah Beijing dan para pemimpin setempat mengambil jalur keras.



Sumber: Suara Pembaruan