Punya 206 Unicorn, Tiongkok Kalahkan AS

Punya 206 Unicorn, Tiongkok Kalahkan AS
Satu robot memperhatikan seorang wanita menggunakan telepon genggamnya di China Beijing International High-Tech Expo (CHITEC) di Beijing, Tiongkok, Kamis (24/10/2019). (Foto: AFP / WANG Zhao)
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 25 Oktober 2019 | 20:47 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Tiongkok telah melampaui Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pusat unicorn terbesar di dunia. Menurut laporan baru dari Hurun, satu lembaga penelitian yang berbasis di Shanghai, jumlah unicorn di Tiongkok jauh lebih banyak dari Amerika Serikat (AS).

Perusahaan riset kekayaan, Hurun, mengatakan Tiongkok adalah rumah bagi 206 unicorn, atau perusahaan milik pribadi senilai setidaknya US$ 1 miliar. Penghitungan Hurun menempatkan Tiongkok sedikit di depan AS, yang menurut perusahaan memiliki 203 perusahaan unicorn.

Menurut Hurun, kedua negara menampung lebih dari 80% unicorn dunia. Unicorn adalah perusahaan rintisan milik swasta yang nilai kapitalisasinya mencapai lebih dari US$1 miliar.

Tiongkok juga memiliki unicorn paling banyak dalam e-commerce, mobil listrik dan industri perawatan kesehatan, sementara Amerika Serikat memimpin dalam komputasi awan, kecerdasan buatan, dan sains kehidupan.

“Seperti San Francisco, Beijing juga didorong menjadi ‘unicorn capital’ dunia,” kata Hurun. Beijing adalah rumah bagi 82 unicorn, jauh lebih banyak dibandingkan dengan 55 di San Francisco.

Ambisi teknologi Tiongkok membantu peningkatan ledakan perusahaan rintisan (start up). Pemerintah telah mendorong perusahaan-perusahaannya untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi asing dan mencapai dominasi di sektor-sektor utama selama dekade berikutnya - satu kampanye yang semakin intensif selama perang perdagangan Tiongkok yang sedang berlangsung dengan AS. Perusahaan teknologi besar Tiongkok, seperti produsen drone DJI dan aplikasi berbagi video Kuaishou, berada di daftar perdana Hurun.



Sumber: Suara Pembaruan