Polisi Vietnam Kumpulkan DNA Selidiki Jenazah dalam Truk

Polisi Vietnam Kumpulkan DNA Selidiki Jenazah dalam Truk
Potret Bui Thi Nhung, yang dikhawatirkan berada di antara 39 orang yang ditemukan tewas dalam satu truk di Inggris, dipasang di altar doa rumahnya di provinsi Nghe An Vietnam, Minggu (27/10/2019). ( Foto: AFP / NHAC NGUYEN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 28 Oktober 2019 | 20:19 WIB

Hanoi, Beritasatu.com- Para pejabat Vietnam, Minggu (27/10), mengumpulkan sampel DNA dari kerabat orang-orang yang dikhawatirkan menjadi korban dalam kasus temuan 39 jenazah di dalam truk kontainer pendingin di Inggris.

Kasus mengerikan itu menyoroti ancaman bahaya ekstrem bagi para migran ilegal yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Eropa.

Sebelumnya, otoritas Inggris menyebut 31 laki-laki dan delapan perempuan yang tewas diidentifikasi sebagai warga Tiongkok. Namun, sejumlah keluarga dari Vietnam meyakini bahwa sebagian korban tewas itu adalah kerabat mereka.

Banyak diantara korban diduga berasal dari desa-desa miskin di Vietnam tengah karena tergiur janji-janji kehidupan kaya di luar negeri dari para pemasok migran ilegal. Hanya sedikit korban yang diyakini membawa kartu identitas, sedangkan keluarga mereka di kawasan itu dengan cemas menunggu kabar orang-orang yang mereka kasihi.

Seorang sumber keamanan di Vietnam menyatakan satu tim telah dikirimkan ke kawasan itu pada Minggu untuk mengumpulkan sampel DNA dari kerabat para terduga korban.

“Kami sudah mulai mengumpulkan sampel rambut dan darah dari keluarga-keluarga,” kata seorang sumber yang berbicara secara anonim.

Ayah dari salah satu orang yang hilang, Nguyen Dinh Luong, mengonfirmasi pengambilan sampel itu. “Polisi mengatakan hasilnya membutuhkan waktu, mereka tidak menyebut kapan akan tersedia (hasilnya),” ujar Nguyen Dinh Gia dari Provinsi Ha Tinh.

Pada Sabtu (26/10), polisi Inggris menyatakan akan berusaha mempercepat pengujian DNA, namun hasilnya tidak bisa langsung tersedia.

Sementara itu, Kementerian Keamanan Publik Vietnam telah memerintahkan berbagai badan untuk memeriksa penyeludupan para migran itu secara ilegal ke luar negeri.



Sumber: Suara Pembaruan