Politikus Malaysia Picu Ketegangan Suku dan Agama

Politikus Malaysia Picu Ketegangan Suku dan Agama
Politikus Malaysia, Anwar Ibrahim ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 1 November 2019 | 08:12 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim menilai para politikus Malaysia telah memicu ketegangan suku dan agama. Pernyataan itu dilontarkan Anwar di hadapan parlemen Malaysia, Selasa (29/10).

Menurut Anwar, masalah ketegangan suku dan agama bukan terletak pada warga Malaysia biasa tetapi tokoh-tokoh politik dari semua penjuru.

“Kita harus mengakui bahwa kenaikan suhu disebabkan oleh politisi, itulah sebabnya kita perlu (mengambil) langkah-langkah spesifik, seperti pertemuan dan dialog, untuk meredakan situasi,” katanya.

Anggota Parlemen Port Dickson (MP), yang mengajukan pertanyaan tambahan, mengatakan para politisi mempermasalahkan isu semacam itu di depan umum dan orang-orang yang akhirnya menjadi korban.

Sebelumnya, Anwar bertanya kepada perdana menteri tentang langkah-langkah segera yang diambil untuk mengurangi ketegangan yang disumbangkan oleh penyebaran masalah rasial dan agama yang sensitif.

“Jika dibiarkan, ini dapat menyebabkan tragedi nasional,” tambahnya.

Atas pertanyaan itu, Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Mohamed Hanipa Maidin mengatakan pemerintah telah membentuk komite untuk mengidentifikasi masalah dan polemik yang dapat mengancam persatuan dan kerukunan.

Komite itu dibentuk sebagai upaya bersama oleh Departemen Persatuan dan Integrasi Nasional dan Dewan Keamanan Nasional. Komite terdiri dari perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga.

“(Panitia ini) akan meningkatkan sinergi antara lembaga yang terlibat dalam menangani masalah persatuan,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan