Ledakan Gas di Kereta Pakistan, 73 Orang Tewas

Ledakan Gas di Kereta Pakistan, 73 Orang Tewas
Orang-orang berkumpul di samping gerbong kereta yang terbakar setelah satu kereta penumpang terbakar di dekat Rahim Yar Khan di provinsi Punjab, Pakistan, Kamis (31/10/2019). ( Foto: AFP / Waleed SADDIQUE )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 1 November 2019 | 19:45 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Sedikitnya 73 orang tewas dan 30 orang lainnya cedera dalam kebakaran yang melanda satu kereta api di Pakistan pada Kamis (31/10). Kebakaran terjadi setelah ledakan tabung gas yang digunakan penumpang untuk menyiapkan sarapan.

“Kereta api itu melewati kota Rahim Yar Khan, di selatan provinsi Punjab, ketika satu kompor meledak, menyebabkan api yang menyebar melalui kereta api,” kata petugas polisi setempat Amir Taimoor.

Meskipun tabung gas dilarang di kereta, kata Taimoor, penumpang menggunakan kompor bertenaga gas untuk menyiapkan sarapan di dalam gerbong kereta ketika ledakan terjadi.

Tabung gas dibawa sekelompok penumpang yang menggunakannya untuk merebus telur di atas kompor gas. Minyak goreng menambah bahan bakar ke api, yang menyebar dengan cepat, bahkan membakar tiga mobil.

Kereta yang penuh sesak itu bepergian dari Karachi ke kota Rawalpindi di provinsi Punjab timur ketika satu tabung gas meledak di dalamnya. Banyak orang di atas kereta menuju demonstrasi di ibu kota Pakistan, Islamabad, sekitar 800 kilometer dari Rahim Yar Khan.

Nadeem Zia, penyelia medis Rumah Sakit Kantor Pusat Distrik di Liaquatpur, kota di distrik Rahim Yar Khan, mengkonfirmasi jumlah korban tewas.

Cuplikan rekaman yang disiarkan afiliasi CNN Geo TV menunjukkan nyala api merobek gerbong. Api menjilat-jilat hingga keluar jendela dan memicu asap hitam mengepul ke langit.

Kerumunan berkumpul di sekitar lokasi, ketika petugas pemadam kebakaran, paramedis, dan tentara merespons kebakaran. Mayat orang-orang yang tersisa di dalam gerbong hangus tak dapat dikenali.

“Sebagian besar kematian terjadi karena orang-orang yang turun dari kereta. Ini adalah kecelakaan yang mengerikan dan kami meratapi mereka yang telah meninggal,” kata Menteri Perkeretaapian Sheikh Rasheed Ahmad kepada Geo News.



Sumber: Suara Pembaruan