Pengadilan Tinggi India Perintahkan Stop Pembakaran Jerami

Pengadilan Tinggi India Perintahkan Stop Pembakaran Jerami
Orang membakar jerami setelah memanen tanaman padi di ladang dekat desa Attari, sekitar 35 km dari Amritsar, India, Selasa (5/11/2019). ( Foto: AFP / NARINDER NANU )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 6 November 2019 | 12:41 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Pengadilan tertinggi India memerintahkan penghentian sepenuhnya pembakaran tunggul jerami yang menjadi penyumbang utama kabut asap di kota New Delhi yang berpenduduk 20 juta orang.

Mahkamah Agung menyatakan penduduk ibu kota itu telah kehilangan tahun-tahun berharga dari kehidupan mereka.

“Orang-orang sekarang, ini tidak bisa terjadi di negara yang beradab,” sebut putusan MA India, Selasa (5/11).

Dalam putusan petisi yang diajukan oleh aktivis, hakim-hakim pengadilan memerintahkan penghentian secepatnya praktik pembakaran tunggul jerami oleh para petani di ibu kota. Mereka memperingatkan seluruh hirarki pemerintah dan kepolisian, sampai pejabat tingkat lokal, akan dianggap bertanggung jawab jika praktik tersebut masih terjadi.

Pembakaran jerami sebenarnya sudah menjadi tindakan ilegal, tapi banyak petani menyatakan tidak punya pilihan lain. Setiap musim dingin, kabut asap memukul India utara saat udara lebih dingin menjebak asap pembakaran.

Polusi diperburuk asap dari mobil, emisi perusahaan, dan debu-debu konstruksi yang dekat dengan tanah. Polusi parah itu menyebabkan mata terbakar dan sulit bernapas.

Pada Minggu (3/11), tingkat partikel kurang dari 2,5 micron, artinya sangat kecil sehingga bisa masuk ke aliran darah, atau mendekati 1.000 mikrogram per meter kubik udara. Ini situasi pencemaran udara yang terburuk dalam tiga tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan udara harian yang aman maksimum hanya 25 partikel. Penerbangan juga dialihkan dan rumah sakit dibanjiri pasien-pasien dengan gangguan pernapasan. Konsentrasi dari partikel-partikel kecil akan mematikan untuk paparan jangka panjang.



Sumber: Suara Pembaruan