Perusahaan Internasional Terpukul Demo Hong Kong

Perusahaan Internasional Terpukul Demo Hong Kong
Para pengunjuk rasa menyeret tanda halte ke jalanan di distrik Mongkok, Hong Kong, Minggu (13/10/2019). ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 6 November 2019 | 18:59 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Sejumlah perusahaan internasional Hong Kong terpukul dengan aksi protes yang tak kunjung selesai di kota itu. Baik itu perusahaan Swiss yang menjual arloji mewah atau ayam ras dari Mississippi Amerika Serikat (AS) merasakan dampaknya.

Aksi protes pro-demokrasi itu, berdasarkan data dari analis dan investor, telah menekan penjualan semua jenis barang konsumen. Sekitar 2.5000 transkrip dari panggilan telepon sepanjang Oktober 2019, analisis dari A.I Model yang dipakai oleh Bloomberg News, mengidentifikasi puluhan diskusi terkait protes diantara bisnis mulai dari produk perawatan kulit sampai rekrutmen karyawan.

Dampak luas dari protes itu berbicara tentang peran besar Hong Kong sebagai jalan untuk para pembeli Tiongkok. Pembeli dalam jumlah besar mencari produk-produk konsumen sehari-hari, baik itu tas mewah atau susu formula bayi, ke Hong Kong yang menerapkan konsumsi pajak nol dan memiliki berbagai jenis barang impor.

Saat ini, situasi tidak menentu di Hong Kong telah mengurangi potensi kota itu dalam bisnis global, khususnya bagi para wisatawan Tiongkok.

“Hong Kong telah sangat menantang dan pariwisata telah terperosok. Tapi kita lihat pertumbuhan sangat kuat dari Tiongkok, Korea, dan Makau, jadi saya pikir beberapa bisnis itu dialihkan ke negara-negara lain di kawasan,” kata wakil ketua dari perusahaan perawatan kulit, L'Occitane.

Apa pun hasil dari aksi protes massa di Hong Kong, pukulan terhadap peran kota itu sebagai pusat konsumsi di kawasan, sepertinya akan berlangsung lama. Perekonomian kota itu saat ini juga telah terjerembab ke dalam resesi teknis dan pertemubuhan tahunan tampaknya negatif.



Sumber: Suara Pembaruan