Akibat Banjir Badai Hagibis, 10 Kereta Peluru Jepang Rusak

Akibat Banjir Badai Hagibis, 10 Kereta Peluru Jepang Rusak
Kereta peluru Shinkansen tampak terendam banjir setelah hujan lebat akibat Topan Hagibis di Nagano, Jepang, pada 13 Oktober 2019. ( Foto: Kyodo / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 7 November 2019 | 12:22 WIB

Tokyo, Beritasatu.com- Sebanyak 10 kereta peluru Jepang yang sebagian terendam banjir akibat Topan Hagibis bulan Oktober 2019, akan ditarik atau berhenti beroperasi.

Beberapa komponen dari kereta itu masih bisa digunakan, tapi kerugian dari kereta itu bisa antara US$ 110-135 juta (Rp 1,5-1,8 triliun).

Kereta api Hokuriku-Shinkansen itu kita terparkir di halaman kota Nagano. Topan Hagibis sendiri menjadi badai terburuk selama puluhan tahun di Jepang.

Gambar-gambar dari kereta yang terparkir dengan dikelilingi air banjir menjadi simbol tingkat kerusakan. Kereta itu masing-masing memiliki 12 gerbong. Mereka beroperasi di jalur Hokuriku-Shinkansen untuk menghubungkan Tokyoo dengan Kanazawa di lepas pantai barat.

Presiden Perusahaan Kereta Api Jepang Timur Yuji Fukasawa, Rabu (7/11), mengatakan banjir telah merusak banyak komponen kereta, termasuk motor dan sistem pengereman. Menurutnya, penarikan kereta itu dalam prosedur stabilitas dan keselamatan sudah tepat, untuk digantikan kereta yang baru.

Perusahaan itu pemilik delapan kereta yang ditarik. Dua kereta lainnya, yang dimiliki oleh Perusahaan Kereta Api Jepang Barat, juga “dikandangkan”.

Saat banjir, kereta-kereta itu hanya beroperasi sepertiga dari layanan yang ada.

“Kami bertujuan memulihkan 100 persen pelayanan pada akhir tahun bisnis (bulan Maret 2020). Saat ini, kereta hanya beroperasi sekitar 80 persen,” kata Fukasawa. 



Sumber: Suara Pembaruan