Anggota Parlemen Hong Kong Pro-Tiongkok Ditusuk

Anggota Parlemen Hong Kong Pro-Tiongkok Ditusuk
Anggota parlemen Hong Kong yang pro Beijing ditusuk pisau oleh pria tidak dikenal di kawasan Tuen Mun, Hong Kong, Rabu (6/11/2019). ( Foto: NBC / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 7 November 2019 | 22:06 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Seorang anggota parlemen Hong Kong yang pro-Beijing diserang dengan pisau oleh pria. Legislator bernama Junius Ho dan asistennya langsung dibawa ke rumah sakit pada Rabu (6/11). Sebelumnya, pelaku tampak membawa buket bunga di jalanan kota Tuen Mun, yakni kota pinggiran Hong Kong dekat perbatasan Tiongkok.

Berdasarkan video yang disiarkan oleh surat kabar Tiongkok, Global Times, Ho diserang oleh seorang pria saat berbicara dengan anggota masyarakat di distrik Tuen Mun.

Pria penyerang yang memakai kaos biru sebagai warna yang diasosiasikan pendukung kepolisian Hong Kong. Pria penyerang itu awalnya memberikan buket bunga kepada Ho, lalu mengambil benda dari tasnya yang tampaknya pisau, dan menikam anggota parlemen itu.

Polisi mengonfirmasi Ho menderita luka di dada sebelah kiri. Asistennya juga terluka dalam serangan itu di bagian tangannya. Tersangka penyerang telah ditangkap dan mengalami cedera pribadi.

Dari video, Ho tampaknya tidak terluka parah dan membantu mengatasi penyerangnya. Video berikutnya memperlihatkan Ho diberikan pertolongan pertama untuk luka di dadanya. Kantor Ho belum memberikan tanggapan atas insiden itu.

Siaran publik RTHK menyebut tersangka penyerang meneriakkan makian kepada Ho, menudingnya terlibat dalam serangan terhadap demonstran di Yuen Long pada 21 Juli 2019 saat puluhan orang diserang oleh sekelompok pria berpakaian putih.

“Junius Ho, kau sampah!” kata pria penyerang.

Setelah insiden itu, video memperlihatkan Ho berjabat tangan dengan pria yang berpakai serupa dengan tersangka penyerang. Polisi menyebut Ho dalam kondisi sadar saat dibawa ke ambulans.

Dugaan keterkaitan Ho dengan penyerangan di Yuen Long, serta pernyataan kerasnya untuk menentang protes di Facebook dan media Hong Kong, telah membuatnya menjadi sosok yang dibenci banyak orang selama aksi protes berbulan-bulan.

Pada akhir Juli 2019, makam dari orangtua Ho dirusak dan kantor distriknya digeledah. Dalam video yang dibagikan di media sosial setelah peristiwa perusakan itu, Ho secara tersirat mengancam akan membunuh para lawannya, menyebut bahwa mereka beresiko menempuh takdir untuk tidak hidup.



Sumber: Suara Pembaruan