Lupakan 5G, Tiongkok Siapkan Teknologi 6G

Lupakan 5G, Tiongkok Siapkan Teknologi 6G
Sejumlah warga tampak menggunakan ponsel cerdas dekat plang 5G di Tiongkok. ( Foto: Reuters / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 8 November 2019 | 06:11 WIB

Shanghai, Beritasatu.com- Banyak negara mungkin harus melupakan implementasi teknologi jaringan 5G. Tiongkok kini sudah memulai penelitian teknologi komunikasi generasi 6G. Pada Kamis (7/11), media pemerintah Tiongkok menyebut langkah ini merupakan upaya untuk mempromosikan inovasi nirkabel terbaru.

Menurut laporan oleh Science and Technology Daily, yang diterbitkan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok, Kementerian dan lembaga penelitian bertemu minggu ini dalam pertemuan awal untuk membentuk kelompok penelitian dan pengembangan teknologi 6G nasional.

Teknologi yang terkait dengan layanan seluler ultra-cepat telah menjadi titik konflik utama antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir.

Negara-negara di seluruh dunia telah berlomba untuk meluncurkan jaringan nirkabel generasi berikutnya 5G, yang dapat memberikan kecepatan data setidaknya 20 kali lebih cepat dari 4G. Teknologi 5G berjanji untuk mendukung teknologi baru seperti mobil self-driving (mobil otonom) dan augmented reality (realitas tertambah).

Pada April, Reuters menerbitkan satu kisah yang mengutip para pejabat Korea Selatan yang menyatakan kemenangan atas Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai situs peluncuran komersial pertama jaringan telekomunikasi 5G.

Pejabat Korsel membuat pernyataan mereka dengan dasar bahwa jaringan baru sudah terhubung ke telepon 5G yang sebenarnya. Namun operator AS membantah klaim Korea Selatan sebagai pengguna 5G yang pertama.

Persaingan juga melibatkan Huawei Technologies asal Tiongkok, vendor peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, yang sudah sangat terlibat dalam membangun banyak jaringan ini.

Pemerintah AS khawatir peralatan Huawei dapat digunakan oleh Tiongkok untuk memata-matai. As bahkan telah menempatkan Huawei pada daftar hitam pada Mei yang melarang perusahaan itu membeli suku cadang buatan Amerika.

Pemerintah AS memimpin kampanye untuk meyakinkan sekutunya untuk melarangnya dari jaringan 5G mereka. Namun Huawei berulang kali membantah klaim tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan