2020, Malaysia Batasi Transaksi Tunai Maksimal Rp 84,5 Juta

2020, Malaysia Batasi Transaksi Tunai Maksimal Rp 84,5 Juta
Uang kertas ringgit Malaysia ( Foto: themalaysiareserve / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 8 November 2019 | 21:28 WIB

Kuala Lumpur, Beirtasatu.com- Malaysia berencana untuk memberlakukan batas transaksi tunai RM25.000 (sekitar Rp 84,5 juta) mulai tahun 2020. Pada Kamis (7/11), pejabat bank sentral Malaysia mengatakan kebijakan itu merupakan upaya untuk memperkuat integritas keuangan negara.

“Ini untuk mengatasi penyalahgunaan uang tunai fisik yang digunakan untuk kegiatan terlarang,” kata Wakil Gubernur Bank Sentral Malaysia dan Ketua Komite Koordinasi Nasional untuk Penghapusan Pencucian Uang (NCC) Abdul Rasheed Ghaffour saat konferensi pers.

Langkah pembatasan akan berlaku untuk semua transaksi yang melibatkan pembayaran tunai fisik termasuk pembayaran barang dan jasa, sumbangan dan transfer antar pihak. Aturan juga berlaku untuk individu, bisnis, dan entitas lainnya.

Industri yang berurusan dengan transaksi tunai besar yang mungkin terkena dampak oleh batasan baru adalah dealer bernilai tinggi, wisata medis, hotel, dan grosir.

“Namun, ada dua pengecualian penting yang perlu diperhatikan. Pertama, setiap transaksi tunai ke atau dengan lembaga keuangan dikecualikan. Sebagai entitas yang diatur, lembaga-lembaga ini sudah tunduk pada persyaratan pendanaan antipencucian uang atau antiterorisme yang ketat.

Abdul menambahkan bahwa perubahan kebijakan Bank Malaysia tidak akan memengaruhi rumah tangga.

“Kedua, transaksi tunai dalam keadaan seperti untuk bantuan kemanusiaan juga (akan) dibebaskan untuk persetujuan Kementerian Keuangan atas rekomendasi Bank Negara Malaysia,” katanya.

Abdul Rasheed menjelaskan keterlibatan Bank Malaysia dengan individu-individu menunjukkan bahwa satu transaksi lebih dari RM25.000 tunai benar-benar (belum pernah terjadi sebelumnya). Hal ini juga dapat dilihat dengan rata-rata total pengeluaran rumah tangga di berbagai kurung pendapatan.



Sumber: Suara Pembaruan