Gaming Larut Malam, Anak-anak Tiongkok Diancam Denda

Gaming Larut Malam, Anak-anak Tiongkok Diancam Denda
Anak-anak di Tiongkok akan didenda jika mereka tidak mematuhi jam malam pada permainan daring. ( Foto: gamespot / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 9 November 2019 | 09:47 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Otoritas Tiongkok melarang anak-anak bermain game daring pada larut malam dengan ancaman denda. Seperti dilaporkan theGuardian, Jumat (7/11), kebijakan ini diambil untuk mencegah anak-anak dari kecanduan gaming.

Di bawah aturan baru, anak-anak di Tiongkok akan didenda jika mereka tidak mematuhi jam malam pada permainan daring. Anak-anak di bawah 18 tahun dilarang bermain antara jam 10 malam dan jam 8 pagi dan hanya boleh bermain 90 menit sehari selama seminggu.

Tiongkok telah memberlakukan jam malam pada anak di bawah umur yang bermain video game untuk memerangi kecanduan serius gaming yang "membahayakan kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur".

Dalam peraturan yang dikeluarkan oleh National Press and Publication Administration pada Selasa (5/11), gamer di bawah usia 18 sekarang dilarang bermain game daring antara jam 10 malam dan jam 8 pagi.

Selama seminggu, anak di bawah umur hanya diperbolehkan 90 menit sehari, penjatahan yang membentang hingga tiga jam di akhir pekan dan hari libur nasional.

Aturan baru juga membatasi jumlah uang yang dihabiskan dalam permainan daring hingga 200 yuan (US$ 29 atau Rp 400.000) per bulan untuk mereka yang berusia antara delapan dan 16 tahun, dan 400 yuan (US$ 57 atau Rp 798.000) untuk mereka yang berusia antara 16 dan 18 tahun. Anak-anak akan diwajibkan untuk menggunakan nama asli dan nomor identifikasi mereka untuk masuk akses saat bermain.

Pemikiran Xi Jinping

Menurut Xinhua, langkah-langkah baru "dipandu oleh" pemikiran Presiden Xi Jinping tentang sosialisme, tulisan-tulisan yang dianut oleh pemimpin Tiongkok. Tahun lalu ia mengkritik video game karena berkontribusi pada miopia pada anak-anak Tiongkok, memberikan tekanan pada pejabat untuk mengendalikan industri.

Mengikuti pernyataan Xi, kementerian pendidikan Tiongkok menyatakan tahun lalu bahwa mereka akan menerapkan peraturan baru tentang jumlah game daring yang diizinkan, membatasi jumlah rilis game baru, serta mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan anak di bawah umur untuk bermain.

Di bawah kebijakan Xi, otoritas Tiongkok juga telah meluncurkan pembersihan konten daring atau media yang dianggap "tidak sehat". Seorang juru bicara kantor mengatakan bahwa di bawah peraturan baru, permainan eksplisit seksual, berdarah atau kekerasan, serta yang menampilkan perjudian, juga akan dilarang.

Di microblog Weibo, pengguna meragukan seberapa baik jam malam baru akan ditegakkan. Anak-anak dapat menggunakan nomor identifikasi orang tua mereka, seperti yang banyak dilakukan saat ini untuk mengatasi batasan usia.

“Para petinggi memiliki kebijakan. Mereka yang lebih rendah memiliki kebijakan tandingan,” kata seorang pengguna, mengutip idiom Tiongkok tentang cara orang menemukan cara mengatasi arahan pemerintah.



Sumber: Suara Pembaruan