Iran Temukan Ladang Minyak Baru 53 Miliar Barrel

Iran Temukan Ladang Minyak Baru 53 Miliar Barrel
Presiden Hassan Rouhani menyampaikan pidato kepada kerumunan di pusat kota Yazd, Minggu (10/11/2019). Iran telah menemukan ladang minyak baru yang berisi 53 miliar barel minyak mentah. ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 11 November 2019 | 20:32 WIB

Yazd, Beritasatu.com- Iran menemukan satu ladang minyak baru dengan kapasitas 53 miliar barel minyak mentah. Temuan itu bisa meningkatkan sepertiga dari cadangan minyak negara itu sebanyak 150 miliar barel.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan ladang itu berlokasi di provinsi sebelah selatan, Khuzestan, rumah bagi industri minyak yang penting. Luasnya sekitar 2.400 meter persegi dengan cadangan minyak sekitar 80 meter di kedalaman tanah.

“Saya menyampaikan kepada Gedung Putih bahwa pada hari-hari dimana kalian memberikan sanksi atas penjualan minyak Iran, para pekerja dan teknisi Iran mampu menemukan 53 miliar barrel minyak,” kata Rouhani seperti dikutip dari kantor berita Iran, Fars.

Iran saat ini berjuang untuk menjual minyaknya ke luar negeri karena sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS). Penerapan sanksi berlaku setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan kekuatan-kekuatan dunia tahun 2018.

Cadangan minyak mengacu kepada minyak mentah yang secara ekonomi layak untuk diekstrasi. Angka-angka bisa berbeda-beda di setiap negara karena perbedaan standar, meskipun tetap menjadi tolok ukur perbandingan diantara negara-negara penghasil minyak.

“Cadangan minyak Iran akan meningkat US$ 32 miliar (Rp 449 triliun) jika tingkat ekstrasi dari ladang minyak ditingkatkan hanya 1 persen,” sebut Rouhani.

Iran saat ini terbukti memiliki simpanan minyak mentah terbesar keempat di dunia dan simpanan gas alam terbesar di dunia. Ladang minyak baru tersebut bisa menjadi ladang terbesar kedua setelah sebelumnya ditemukan ladang minyak berkapasitas 65 miliar barrel di Ahvaz.

Konsultan minyak internasional, Manouchehr Takin, mengatakan pengumuman itu tidak mengungkapkan banyaknya minyak yang bisa diproduksi dari cadangan tersebut. “Pengumuman itu dibuat oleh para politisi. Mereka tidak memberikan banyak detil teknis,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan