Tabrakan Kereta Bangladesh, 15 Tewas

Tabrakan Kereta Bangladesh, 15 Tewas
Warga mencoba menolong korban yang masih terjebak di dalam gerbong kereta, setelah dua kereta bertabarakan di Bangladesh, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 15 orang tewas dalam insiden itu. ( Foto: Istimewa )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 12 November 2019 | 15:24 WIB

Dhaka, Beritasatu.com - Sedikitnya 15 orang tewas dan 58 lainnya terluka setelah dua kereta bertabrakan di Bangladesh, Selasa (12/11/2019). Korban tewas diperkirakan akan bertambah karena ratusan penumpang masih terjebak di gerbong yang remuk akibat tabrakan itu.

Petugas penyelamat dan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) berusaha untuk menyelamatkan para korban yang terjebak di dalam gerbong kereta.

Satu kereta yang menuju kota pelabuhan selatan Chittagong dan satu kereta lain yang menuju Dhaka bertabrakan sekitar pukul 3 pagi di Brahmanbaria, sekitar 100 km sebelah timur ibu kota. Tabrakan meremukkan tiga gerbong kereta tujuan Chittagong.

“Sejauh ini, 15 mayat telah ditemukan," kata pejabat distrik Hayat Ud, Dowlah Khan, kepada Reuters melalui percakapan telepon dari TKP.

Dowlah Khan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat saat upaya penyelamatan, yang melibatkan pemadam kebakaran, polisi, penjaga perbatasan dan pejabat militer.

"Sekitar 58 orang yang terluka telah dirawat di rumah sakit," kata Dowlah Khan, sambil menyebutkan bahwa beberapa korban terluka berada dalam kondisi kritis.

Beberapa saksi mata menyebutkan, sebagian besar penumpang sedang tertidur pada saat kecelakaan terjadi. “Tiba-tiba saya mendengar bunyi ledakan besar. Saya melihat orang-orang berteriak, dan baru tersadar bahwa kereta mengalami kecelakaan,” kata seorang penumpang kereta api di Dhaka, dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi. 

Tidak segera jelas bagaimana kedua kereta itu dapat berada di jalur yang sama, dan pemerintah telah memerintahkan penyelidikan.

"Salah satu kereta mungkin telah melanggar sinyalnya, yang mengarah ke tragedi itu," kata seorang pejabat polisi, Shayamal Kanti Das, kepada wartawan.

Kecelakaan kereta api di Bangladesh relatif sering terjadi, banyak di persimpangan yang tidak diawasi, dan juga karena kondisi jalur rel yang buruk.



Sumber: Suara Pembaruan